Kamis, 24 Februari 2011

Makan Ubi Merah Mata Jadi Sehat

Renny Wahyuningsih - detikFood


Jakarta
Sudah memakai kaca mata atau lensa kontak? Atau pandangan mulai kabur?
Makan wortel dan strawberry teratur bisa membuat mata lebih sehat. Ada
juga makanan lain yang sangat baik menjaga kesehatan dan keindahan mata
Anda. Memakai kacamata, bukan hanya karena faktor usia saja. Tetapi
lebih karena retina mata yang tak lagi menangkap bayangan dengan baik.
Ada sejumlah makanan yang bisa dikonsumsi secara rutin. Bukan hanya enak
tetapi bikin mata sehat!

Sumber nutrisi seperti, vitamin A, C dan E, betakarotein, dan
antioksidan yang disebut leutin sangat dibutuhkan untuk mengurangi
resiko degenerasi makula karena faktor usia. Selain itu, kandungan
omega-3 juga berperan penting untuk melindungi mata dari degenerasi
retina dan mencegah mata kering.

Berikut ini makanan yang bisa membuat mata lebih sehat dan indah:

Wortel
Sayuran berwarna oranye ini memiliki vitamin A, prekursor, dan
betakarotein yang dapat memelihara kesehatan pada permukaan dan kelopak
mata. Selain itu betakarotein atau antioksidan yang terkandung
didalamnya berfungsi melindungi sel - sel mata dari kerusakan yang
disebabkan oleh radikal bebas akibat polusi dan paparan sinar matahari
yang berlebih.

Ubi Merah
Karena kandungan vitamin A, C dan betakarotennya yang cukup tinggi, ubi
merah cukup bisa menangkal radikal bebas. Memelihara kesehatan mata
serta dapat mengurangi bayangan hitam pada kantung mata.

Strawberry
Dalam buah mungil ini terdapat vitamin C, B, folat, serat dan berbagai
kandungan phytochemical yang dapat mencegah kanker. Vitamin C yang
terdapat pada strawberry adalah salah satu nutrisi yang digunakan
/Age-Related Eye Disease Study /, yang disponsori oleh /Eye Institute,/
untuk memperkuat jaringan ikat dan memelihara kesehatan pembuluh darah
pada mata.

Jeruk
Buah ini juga dikenal sebagai sumber vitamin C, serat, folat, kalsium
dan kalium yang dapat membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, juga
dapat menjagakesehatan jantung dan berfungsi sebagai sistem kekebalan
tubuh.

Almond
Almond memiliki vitamin E dan asam lemak tak jenuh ganda yang baik untuk
jantung. Juga baik untuk melindungi kesehatan mata dari radikal bebas
yang disebabkan oleh paparan sinar matahari dan polusi udara secara
berlebihan.

Tiram
Tiram memiliki mineral, protein, antioksidan dan zinc yang cukup tinggi.
Karena itu mampu memelihara kesehatan mata dan dapat memelihara sistem
kekebalan tubuh.

Bayam
Sayuran hijau ini memiliki kandungan lutein besar yang terkait dengan
vitamin A. Penelitian menunjukan bahwa orang yang makan sayuran berdaun
hijau memiliki resiko penurunan degenerasi makula. Bayam juga memberikan
zat besi, vitamin K, folat dan kalori yang rendah, yang baik untuk mata.

Salmon
Ikan jenis ini memiliki sejumlah omega-3 asam lemak. Sebuah studi
menunjukkan orang yang memiliki cukup asupan omega-3 akan terhindar
dari mata kering.


Sumber:
http://food.detik.com/read/2011/02/24/144636/1578450/900/makan-ubi-merah-mata-jadi-sehat

Asyiknya menggarap pasar animator yang tanpa batas

Dessy Rosalina, Hendra Gunawan


Terpicu tayangan /Ipin dan Upin/, profesi animator menadah rezeki
berlimpah. Tak cuma datang dari televisi lokal yang mulai mau
menayangkan film animasi lokal, tapi juga dari perusahaan film serta
proyek /outsourcing /dari luar negeri.

Seekor kunang-kunang terbang mendekati anak kecil bersarung. Kabayan,
nama anak tersebut, berkata kepada kunang-kunang. "Waduh, aku capek
sekali Lip Lap, bagaimana ini?" ujar Kabayan. Melihat cucuran keringat
Kabayan, Lip Lap pun memberi semangat sambil terbang memutari kepala
Kabayan.

Bagi para penggemar film animasi, adegan tersebut pasti tak asing.
Betul, itu adalah salah satu cuplikan episode "Kabayan dan Lip Lap" yang
sempat diputar di beberapa stasiun teve lokal, /Indosiar /dan /Global TV. /

Sayang, pamor film animasi yang 100% bikinan para animator lokal ini
kurang /moncer/. Kalah jauh dengan pamor film animasi karya negeri
jiran, Malaysia, yakni si kembar /Ipin dan Upin. /

Meski belum banyak film animasi lokal yang beken, toh, banyak animator
lokal yang bilang bahwa bisnis animasi di Indonesia mulai menunjukkan
gairah perkembangannya. "Serial teve animasi lokal sedang /booming/,
terdorong /Ipin dan Upin," /ujar Ahmad Rofiq, seorang pembuat animasi
sekaligus pemilik K-Deep Animation.


*Menggarap film, klip video, sampai iklan*

Dibilang /booming/, sih, belum, namun pamor profesi pembuat animasi
alias animator ikut terangkat. Banyak animator baru lantas bermunculan.
Salah satunya Ahmad Rofiq. Pria asal Malang ini mengaku baru menggeluti
profesi sebagai animator sejak 2008 silam. Meski belum lama berkecimpung
di bisnis ini, Rofiq, sapaan akrabnya, kini mengantongi Rp 40 juta saban
bulan dari pemutaran serial televisi animas/i Catatan Dian /di stasiun
televisi /Spacetoon./

Itu belum seberapa, Rofiq menghitung, jika /Catatan Dian /jadi mengudara
di /Global TV /beberapa bulan mendatang, penghasilannya bakal lebih
berlipat. Rofiq menyebut, duit yang masuk ke kantongnya diperoleh dari
hasil iklan dan /sponsorship /serial animasi /Catatan Dian./

Ada juga Daniel Arief Budiman. Lewat bendera usaha Geppetto Animation
Studio, Daniel meraup rezeki dari animasi di televisi. Salah satu karya
Geppetto adalah videoklip band Samsons bertajuk Hey Gadis. Harga klip
berdurasi lima menit itu dia banderol Rp 100 juta.

Selain klip video, Geppetto juga memproduksi animasi untuk berbagai film
Indonesia yang di dalamnya mengandung animasi. Misalnya saja film
bertitel /Madame X/ yang disutradarai oleh Nia Dinata. Layar televisi
juga dimanfaatkan Geppetto untuk membesut iklan komersial, semisal Semen
Gresik, Sari Ayu, Sharp Plasmacluster, dan sebagainya yang juga
mengandung animasi. "Jadi, profesi animator sangat menjanjikan karena
bisa menghasilkan beragam /output /produk," tandas Daniel.

Pandangan serupa juga meluncur dari Ardian Elkana, pemilik Castle
Production. Castle adalah perusahaan animasi lokal yang bekerjasama
dengan Kementerian Perdagangan (Kemdag) memproduksi serial animasi
Kabayan dan Lip Lap. Meski enggan menyebut keuntungan yang dia peroleh
secara mendetail, Ardian yakin bahwa animasi merupakan bisnis kreatif
yang mampu menghasilkan nafkah gendut.

Mengutip data dari situs http://www.salary.com, penghasilan rata-rata
animator di New York, Amerika Serikat, mencapai US$ 55.270 per tahun
atau setara dengan Rp 495 juta. Ardian yang pernah bekerja di Amerika
Serikat selama tujuh tahun bilang, animator yang baru lulus saja bisa
bergaji US$ 20 per jam.

Asyiknya lagi, animasi juga merupakan industri yang borderless alias
tanpa batas. Alhasil, animator bisa menggarap pasar lokal dan pasar
mancanegara sekaligus. Ini penting dilakoni untuk jika ingin mendapat
pemasukan nan mumpuni.

Tengok saja, saat ini sebagian besar pemasukan Castle (70%) berasal dari
proyek-proyek di luar negeri. Sederet proyek luar negeri yang pernah
digarap Castle, antara lain Dino Tale, Kingkong, Carlos Caterpillar, dan
masih banyak lagi. "Inilah enaknya animator, bisa ikut menggarap proyek
animasi luar negeri," ujarnya.

Pesatnya industri animasi di Negeri Uwak Sam kerap membutuhkan bala
bantuan tenaga animator di luar Amerika. Apalagi, upah animator Asia,
termasuk Indonesia, jauh lebih murah ketimbang sejawatnya di AS.

Jelasnya begini. Ardian bilang harga proyek animasi dengan standar
teknologi tercanggih di kawasan Asia semisal Taiwan dan Korea dibagi ke
dalam beberapa tingkat. Kelas A, misalnya, dipatok tarif US$ 150.000-US$
300.000. Kelas B US$ 50.000–US$ 75.000 dan kelas C mulai dari US$
25.000. "Tarif animasi lokal bisa sepersepuluh tarif luar negeri,"
ungkap dia.

Oh, iya, tarif tersebut dipatok untuk satu episode serial televisi
dengan durasi tayang sekitar 15 hingga 30 menit. Catatan saja, tiap
episode membutuhkan kerjasama 25 animator, tergantung tahapan
pengerjaan. Pada tahap awal, tenaga animator yang dibutuhkan semakin
banyak lantaran harus membangun modelling atau karakter.

Nah, agar order pembuatan animasi dari luar negeri lancar, Ardian
menyarankan agar animator rajin memajang karyanya di internet sebagai
portofolio. Ardian sendiri mengaku kemajuan dunia maya sangat
membantunya mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.

Namun, bila ikut menggarap proyek luar negeri yang biasa disebut proyek
/outsource/, animator harus rela namanya tidak tercantum di /credit title. /

Maklum, proyek /outsource /sering disebut sebagai tukang jahit lantaran
hanya membikin sesuai dengan pesanan saja pada bagian tertentu dalam
film. "Tapi risiko yang ditanggung animator lebih minim di proyek
pesanan dibandingkan dengan proyek /full. /Duitnya juga besar," ujar Ardian.

Lihat saja biaya produksi film Amerika berjudul /Avatar/. Kantor berita
/Bloomberg /mencatat, film animasi itu disebut-sebut menghabiskan biaya
produksi mencapai US$ 200 juta lantaran ongkos pembuatan animasinya yang
membengkak.

Para animator juga bisa mendiversifikasi produk ke ranah lain, misalnya
/games/. Animator bisa beroleh untung dari penjualan karakter. Rofiq
mengaku mematok royalti 20% dari penjualan aksesori berupa boneka, tas
dan /merchandise /lain dari karakter Dian, tokoh utama serial
animasinya, /Catatan Dian. /"Serial televisi bisa berhenti tapi bila
tokoh masih dikenal masyarakat, bisnis /merchandise /animasi akan
berlangsung lama seperti tokoh Tom and Jerry," imbuh Rofiq.


Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/59789/Asyiknya-menggarap-pasar-animator-yang-tanpa-batas

Rumus Cinta dalam Open Source

Penulis: Ahmad Saiful Muhajir - detikinet


Jakarta
Pada tiap sesuatu ada karakter-karakter yang melekat kuat sehingga jika
disebutkan karakter tersebut maka akan kembali pada sesuatu tersebut.
Detik.com misalnya dikenal dengan beritanya yang cepat. Itulah karakter
yang melekat pada Detik.com. Sama seperti Detik.com, open source pun
memiliki karakter-karakter yang melekat dan identik sehingga mudah
dikenali cukup dengan tahu karakter tersebut.

Ajaibnya, jika kita mau merunut ternyata karakter-karakter dalam open
source tersebut memiliki banyak kesamaan dengan karakter dan rumus dalam
cinta. Atau tepatnya dalam menjalin hubungan atas nama cinta.

1. Berani memulai

Jika anda mulai merasakan cinta kepada seseorang, anda akan melakukan
sesuatu sehingga rasa cinta tersebut bisa terus hidup dan anda dapat
memenangkan hatinya. Karena anda tahu bahwa dengan diam saja, maka yang
terjadi adalah anda akan kalah dan tidak mendapatkan sang pujaan hati.

Begitu pun open source. Dunia open source adalah tempat dimana
orang-orang berani memulai. Berani memulai untuk berubah. Orang-orang
ini berani berubah karena mereka tidak suka akan sesuatu yang bersifat
proprietary. Mereka ingin menang tanpa diatur. Mereka ingin menang
karena mereka berusaha.

2. Memberi dan menerima

Dalam bercinta, dibutuhkan sebuah hubungan yang saling menguntungkan.
Simbiosis mutualisme. Anda memberi kepada kekasih dan juga menerima apa
yang diberikannya. Open source bisa terus hidup dan berkembang dengan
baik adalah karena komponen-komponen di dalamnya mau saling memberi dan
menerima. Sebuah kolaborasi dan teamwork.

3. Passion

Yang termasuk dibutuhkan dalam menjaga hubungan cinta adalah semangat
dan gairah. Ketika seseorang tidak lagi bergairah dengan pasangannya
maka ia akan mulai malas dan tidak bersemangat. Dan dapat ditebak apa
yang akan terjadi sebagai akhir dari hal tersebut.

Dan secara alami open source menarik gairah dan memberikan semangat
orang-orang yang ingin berubah. Orang-orang dalam dunia open source
menjadi bersemangat dan bergairah karena tantangan dan hasil yang akan
dicapai dari apa yang mereka kerjakan. Karena mereka tahu bahwa
perubahan adalah mereka itu sendiri.

4. Percaya

Seorang bijak mengatakan, apalah arti sebuah hubungan yang dibangun
tanpa kepercayaan. Seperti halnya cinta, dunia open source menuntut
kepercayaan. Open source adalah pekerjaan bersama yang dilakukan dengan
banyak orang dari seluruh dunia. Berbagai ras, suku, bahasa dan bangsa.
Ada yang pernah bertemu dan banyak yang belum pernah. Tetapi mereka
saling percaya dengan pekerjaan dan keahlian masing-masing.

5. Terbuka

Dalam membina hubungan, kepercayaan tak akan berarti tanpa keterbukaan.
Kepercayaan dapat tumbuh dengan baik jika sifat keterbukaan juga
dipelihara. Hanya dengan begitu sebuah hubungan dapat langgeng dan harmonis.

Open source, seperti namanya, adalah sesuatu yang bersifat terbuka. Baik
pengguna maupun pengembang lain dapat membaca dengan jelas apa yang ada
dalam kode tersebut dan apa yang akan dilakukannya. Dan terlebih lagi
mereka juga dapat dengan mudah melakukan perubahan yang dirasa perlu.

6. Update

Membina hubungan bukan soal mudah. Ada masalah-masalah yang kadang
membuat frustasi dan menjadikan hubungan renggang. Bisa jadi hanya
disebabkan masalah sepele. Tetapi kita terus mencoba memperbaiki
sehingga menjadi lebih erat dan lebih baik.

Dalam open source, istilah ini mirip dengan release early, release
often. Sebuah software akan dirilis lebih awal sehingga dapat diuji
coba. Dan ketika akhirnya dirilis, software akan diperbaharui dengan
versi yang lebih baik dalam tempo yang cukup cepat. Hasilnya adalah
sebuah software yang lebih baik setiap saat.

Mengurus cinta bukanlah perkara mudah. Tetapi dalam kenyataannya cinta
terus ada dan tetap ada. Begitu pula open source, tidak mudah dalam
perkembangannya tetapi akan tetap ada dan terus berkembang. Selamat
belajar open source dan selamat mencinta!

Sumber:
Saiful Muhajir Tentang Penulis: Ahmad Saiful Muhajir adalah penggiat
dan pemerhati Open Source yang sebelumnya aktif di Jawa Tengah Open
Source Center. Ia dapat dihubungi di http://saifulmuhajir.me atau
melalui Twitter di akun @saifulmuhajir.
http://www.detikinet.com/read/2011/02/24/125837/1578307/398/rumus-cinta-dalam-open-source

Rabu, 23 Februari 2011

Antilaser Pertama di Dunia

*TEMPO /Interaktif/*, *Chicago*
Laser, penemuan yang telah berumur 50 tahun dan digunakan dalam berbagai
alat, dari cakram padat sampai /pointer/, kini harus menghadapi
"antilaser", alat pertama yang mampu membatalkan dan menangkap sinar
laser. Penemuan antilaser ini kelak dapat diaplikasikan pada komputer
optik, yang memperoleh tenaga dari cahaya selain energi elektron.

?Ini adalah peralatan yang pada dasarnya bekerja seperti membuat laser
mundur,? kata A. Douglas Stone dari Yale University, yang
mempublikasikan temuannya dalam jurnal Science. Ketika sebuah laser
menerima energi listrik dan memancarkan cahaya dalam kisaran frekuensi
yang amat sempit, antilaser akan menyerap cahaya laser dan mengubahnya
menjadi energi panas. Energi panas ini dapat dengan mudah dikonversi
menjadi energi listrik.

Laser konvensional, yang ditemukan pada 1960, menggunakan "gain medium",
seperti material semikonduktor, untuk menghasilkan berkas gelombang
cahaya terpusat.

Alat buatan Stone ini menggunakan silikon sebagai sebuah penyerap
"medium yang hilang" yang menangkap gelombang cahaya, yang berlompatan
sampai mereka diubah menjadi panas. Meski teknologi ini terlihat hebat,
antilaser tidak akan pernah digunakan sebagai tameng laser. ?Ini adalah
sesuatu yang menyerap laser,? kata Stone. Jika ray gun dimaksudkan untuk
membunuh, itu akan membunuh Anda.?

Penggunaan alat ini yang paling jelas adalah untuk komputer dan
radiologi. ?Generasi baru komputer performa tinggi akan memiliki cip
hibrida,? ujarnya. Selain cip dengan transistor dan silikon, komputer
baru itu akan menggunakan energi listrik maupun cahaya.

Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/02/23/brk,20110223-315469,id.html

Jumat, 18 Februari 2011

3 Masalah Utama Tunanetra Saat Browsing

*Jakarta* - Saat ini, internet merupakan salah satu sumber utama
informasi dan pengetahuan, bahkan tunanetra (orang tak berpenglihatan)
pun telah menjadikan internet sebagai gerbang menuju akses informasi dan
pengetahuan.

Namun, tentu saja tanpa adanya penglihatan, tunanetra tak dapat
mengakses halaman website selancar mereka yang berpenglihatan. Nah,
seperti apakah hambatan yang sering ditemui tunanetra saat berselancar
di dunia maya?

Pembaca, saat mengakses artikel ini, mungkin Anda juga sedang membaca
koran, memeriksa laporan yang baru saja Anda cetak, bahkan asyik ngobrol
dengan rekan-rekan Anda di situs jejaring sosial. Semuanya dimungkinkan
karena Anda memiliki penglihatan, sehingga seluruh informasi yang ada
pada website dapat diakses dengan mata.

Hal tersebut, tentu saja, tak dapat dinikmati dengan sempurna oleh
mereka yang tidak berpenglihatan alias tunanetra. Nah, pernahkah Anda
membayangkan bagaimana tunanetra dapat mengakses informasi yang selama
ini begitu mudah Anda akses?

Dulu, akses informasi bagi tunanetra masih sangat terbatas, yaitu
diperoleh dengan cara membaca bahan bacaan yang dicetak dalam tulisan
Braille (huruf timbul yang dapat diraba), atau mendengarkan rekaman
artikel yang direkam dalam bentuk kaset.

Coba bayangkan. Berapa banyak gedung perpustakaan yang diperlukan untuk
menampung cetakan Braille seluruh informasi yang terdapat pada website?
Atau, berapa banyak kaset yang dibutuhkan untuk merekam informasi yang
terdapat di dunia maya yang jumlahnya tak terhitung itu?

Namun, "lain dulu lain sekarang." Keterbatasan akses informasi bagi
tunanetra berangsur-angsur mulai teratasi. Berkat kecanggihan teknologi
dan semakin terjangkaunya harga komputer, akses informasi bagi tunanetra
pun semakin luas dan terbuka lebar.

Dengan sebuah komputer yang dilengkapi pembaca layar (aplikasi yang
dapat mengubah teks menjadi keluaran suara), tunanetra sudah dapat
mengoperasikan komputer. Keterbatasan akan akses informasi pun dapat
diatasi, karena tunanetra juga dapat mengakses jutaan halaman web, mulai
dari situs berita, e-mail, bahkan game online.

Dengan demikian, kita dapat simpulkan bahwa keberadaan internet saat ini
dapat menjadi salah satu sumber utama akses informasi bagi tunanetra
yang haus akan pengetahuan dan informasi.

Meski demikian, tunanetra masih tetap terkendala saat browsing di
internet. Nah, lewat artikel ini penulis ingin menunjukkan beberapa
masalah yang sering dihadapi tunanetra saat mengakses halaman web.

Penulis coba memilihkan masalah yang paling sering dihadapi oleh
tunanetra berdasarkan bincang-bincang dengan sesama netter tunanetra
yang merupakan rekan penulis sendiri.

Artikel ini tentu saja tak dapat meng-cover masalah browsing tunanetra
secara keseluruhan. Namun, penulis berharap informasi ini dapat
disebarluaskan sehingga akan makin banyak pihak yang tergerak hatinya
untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi netter tunanetra,
sehingga akses informasi bagi mereka akan semakin mudah.

Sebelum lanjut menyimak artikel ini, ada baiknya Anda memahami bagaimana
cara tunanetra mengakses informasi lewat komputer. Sebuah artikel yang
cukup informatif dapat Anda baca melalui link berikut:
http://www.webbie.org.uk/webbie.htm

1. Capcha

Untuk registrasi e-mail atau posting di forum, terkadang tunanetra
berhadapan dengan proses verifikasi yang disebut Capcha, di mana mereka
harus memasukkan kode verifikasi untuk memastikan bahwa yang akan submit
informasi adalah benar-benar manusia, bukan spam. Kode verifikasi
tersebut biasanya terdiri dari huruf atau angka yang tertera dalam
gambar, yang selanjutnya harus diketik ulang dalam kolom isian yang
tersedia.

Masalahnya, sudah barang tentu tunanetra tidak dapat melihat kode apa
yang tertera pada gambar, dan hal tersebut tentu menyulitkan mereka
untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

Untuk mengatasinya, tunanetra dapat minta bantuan orang berpenglihatan
yang ada di sekitar mereka untuk membacakan kode Capcha. Sayangnya, tak
selamanya orang berpenglihatan dapat mendampingi tunanetra, contohnya
kalau tunanetra yang bersangkutan harus posting tengah malam, atau
ketika mereka hendak posting hal yang sifatnya pribadi.

Kalau posting komentar di sebuah forum yang cukup aktif misalnya, tentu
akan sangat merepotkan, pasalnya verifikasi Capcha akan muncul tiap kali
pengguna submit komentar. Tentu saja tunanetra harus minta bantuan orang
berpenglihatan untuk membacakan kode Capcha berkali-kali, bisa jadi
tiap dua sampai lima menit sekali.

Untuk mengatasi masalah di atas, tunanetra dapat memilih opsi "Get an
audio challange" yang biasanya muncul di layar verifikasi. Dengan
mengklik opsi ini, tunanetra dapat memasukkan kode Capcha yang akan
disajikan dalam bentuk suara.

Sayangnya, tidak semua penyedia layanan web mengaktifkan fitur ini.
Selain itu, kadang suara yang terdengar tidak terlalu jelas sehingga
sulit dimengerti.

Alternatif lain adalah dengan menggunakan browser Firefox dan memasang
extension bernama Webvisum (www.webvisum.com).

Extension ini menyediakan fitur untuk mendeteksi kode Capcha, jadi saat
masuk ke halaman verifikasi Capcha, tunanetra tinggal menekan shortcut
CTRL+ALT+6 dan menunggu beberapa saat, dan Webvisum akan mengkopikan
kode Capcha ke clipboard yang selanjutnya dapat dikopikan ke kolom isian
verifikasi.

Untuk tunanetra yang lebih nyaman browsing dengan Internet Explorer juga
dapat menggunakan layanan yang sama seperti Webvisum. Layanan ini
disediakan oleh www.solona.net. Cukup mendaftar dan download aplikasi
yang dibutuhkan, dan operator Solona siap membantu.

2. Aksesibilitas Elemen Web

Yang dimaksud dengan aksesibilitas di sini adalah kemudahan dalam
mengakses berbagai elemen pada sebuah halaman website.

Untuk tunanetra, adanya shortcut navigasi, label pada gambar, dan
fitur-fitur pendukung lainnya tentu akan sangat membantu dalam proses
browsing.

Mungkin tunanetra tidak akan terlalu kesulitan mengakses blog atau
halaman web sederhana, karena komten dan elemen webnya pun tidak terlalu
banyak. Kalau tunanetra harus mengakses website yang lumayan beragam
kontennya, sebut saja www.detikinet.com, tentu mereka akan sangat
kesulitan dalam memilih dan mengakses informasi yang dibutuhkan.

Lho, kok bisa?

Ya, karena untuk orang berpenglihatan, mereka dapat dengan leluasa
memilih dan mengklik informasi yang mereka butuhkan. Meski konten webnya
banyak, adanya penglihatan dapat memandu pengguna untuk menemukan entri
yang dibutuhkan dengan cepat. Sedangkan tunanetra membutuhkan waktu yang
lebih lama, karena mereka mengakses web dengan cara mendengarkan
informasi yang disuarakan oleh pembaca layar, tidak bisa melenggangkan
pointer mouse ke kanan dan ke kiri seperti halnya rekan mereka yang
berpenglihatan.

Solusi yang mungkin dapat diterapkan adalah sebagai berikut.


* Shortcut dan Tombol Navigasi


Developer web dapat menambahkan shortcut pada menu utama (yang sifatnya
statis) di halaman web yang mereka buat. Contoh, kalau menu utamanya
adalah Home, About Us, dan Registration, maka dapat dibuat shortcut,
misalnya ALT+1 untuk mengakses Home, ALT+2 untuk mengakses About Us,
ALT+3 untuk mengakses Registration, dan seterusnya. Disarankan untuk
membuat shortcut yang urut sesuai susunan menu utama dari atas ke bawah.

Developer juga dapat menambahkan sebuah link navigasi yang tujuannya
untuk memudahkan tunanetra berpindah-pindah dari satu bagian web ke
bagian yang lain. Dalam sebuah web, fitur ini biasanya disebut "Skip
Navigation," yaitu sebuah link atau shortcut yang bila diaktifkan akan
langsung membawa kursor pembaca layar ke area yang dituju.


* Text-only dan Enlarge view


Fitur text-only akan mempermudah tunanetra dalam mengakses sebuah
halaman web, karena bila diaktifkan, maka secara otomatis browser tidak
akan me-load konten-konten visual, sehingga tunanetra dapat browsing
dengan lebih cepat. Contoh penerapan fitur ini adalah pada situs belanja
www.amazon.com.

Lalu, apa itu Enlarge View? Fitur ini disediakan bagi tunanetra yang
masih memiliki sisa penglihatan (lemah penglihatan atau low vision).
Bila fitur ini diaktifkan, maka tulisan yang tertera dalam sebuah
halaman web akan diperbesar beberapa kali, dan warna background serta
font akan berubah menjadi kontras sehingga lebih mudah dilihat oleh
mereka yang kurang dapat melihat dengan baik.


* Label gambar


Tentu saja tunanetra juga ingin tahu gambar apa yang tertera dalam kolom
berita atau blog. Untuk itu, developer dapat menuliskan deskripsi
singkat mengenai gambar yang tertera dengan menyisipkan kode HTML
khusus, yang mana nantinya deskripsi itu tidak akan muncul di layar,
tapi akan tetap terbaca oleh pembaca layar yang digunakan tunanetra.
Misalnya, kalau developer menaruh gambar orang sedang mengoperasikan
laptop, maka image labelling dapat dituliskan seperti ini, "Gambar
seorang wanita berambut panjang sedang mengoperasikan laptop." Deskripsi
ini mungkin terlihat kurang nyaman kalau tampil di halaman web, oleh
karenanya developer dapat menyembunyikannya, sehingga cuma pembaca layar
yang dapat mengakses informasi tersebut.

3. Akses cepat

Ternyata tidak hanya gamer online dan netter kelas berat yang
mendambakan akses browsing berkecepatan tinggi. Hal ini pun didambakan
oleh tunanetra. Nah, berikut ini hal yang dapat Anda lakukan apabila ada
netter tunanetra di lingkungan Anda yang ingin browsing dengan lebih cepat.

Penulis menyarankan untuk memisahkan browser yang akan dipakai tunanetra
dan orang berpenglihatan, karena trik berikut akan mengubah setting yang
berhubungan dengan visual, sehingga browser yang telah diubah
setting-nya tidak akan dapat menampilkan objek visual (dapat
dikembalikan ke kondisi semula jika diperlukan).

Mungkin netter tunanetra tak perlu menunggu terlalu lama untuk me-load
konten visual pada sebuah halaman web. Dengan menon-aktifkan beberapa
setting pada browser, maka elemen web yang berhubungan dengan visual
(image, video, flash, dll) tidak akan di-load oleh browser, sehingga
proses load sebuah halaman web akan lebih cepat. Selain itu, ini tentu
saja membantu tunanetra menghemat bandwidth internet mereka.

Ada pun browser yang ideal adalah Internet Explorer. Untuk melakukan
setting, buka browsernya, lalu klik Tools dan pilih Internet Options.
Selanjutnya, klik tab Advance dan non-aktifkan entri berikut sesuai
kebutuhan Anda.

Multimedia Play animations in web pages = off

Show pictures = off

Oh ya, netter tunanetra juga dapat menggunakan browser Webbie yang dapat
di-download di www.webbie.org.uk. Browser ini dirancang khusus agar
pengguna tunanetra dapat berselancar di internet dengan nyaman. Tersedia
juga berbagai fitur lain, seperti streaming radio online, kalkulator dan
agenda aksesibel, serta berbagai program lain yang pastinya berguna
untuk menunjang aktivitas komputasi tunanetra.


Bagi Anda yang tertarik memahami lebih mendalam mengenai halaman web
yang aksesibel bagi tunanetra, Anda dapat mengakses situs buatan
Indonesia, tak lain dan tak bukan adalah www.mitranetra.or.id, situs
resmi Yayasan Mitra Netra yang bergerak di bidang pengembangan potensi
dan kemampuan rekan-rekan tunanetra. Website Mitra Netra telah
menerapkan elemen-elemen yang penulis sebutkan di atas.

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2011/02/18/125036/1573612/398/3-masalah-utama-tunanetra-saat-browsing
Ramaditya.
Tentang Penulis: *Eko Ramaditya Adikara adalah blogger tuna netra yang
menggemari dunia digital dan teknologi informasi. Blognya bisa dibaca di
http://ramaditya.multiply.com/.

Elisa menggandeng para tunarungu untuk membuat aneka kerajinan (Hoax)

SOCIAL ENTREPRENEUR ELISA TRIMUTI (Hoax)


Elisa menggandeng para tunarungu untuk membuat aneka kerajinan

Di bawah bimbingan Elisa Trimuti, para tunarungu berkreasi menciptakan aneka kerajinan. Mulai dari alat peraga cerita, boneka, tas, hingga tempat tisu. Pesanan pun banyak mengalir ke mereka, baik perorangan maupun perusahaan.

Elisa terus mencari para tunarungu untuk diajak bergabung dan berkarya dalam Yayasan Precious One (P-One) yang didirikannya. Tak pernah terlintas di benak Elisa Sutedjo untuk membagi hidup kepada para tunarungu, sampai ia sadar bahwa hidupnya berarti bagi banyak orang.

Cerita berawal saat Elisa mengidap hepatitis A pada 2001. Selama dua tahun ia istirahat total, tidak bekerja. Di tengah sakitnya itu, ia terpikir bahwa dirinya butuh orang lain. "Saya merasa tidak berguna. Duduk saja selama 15 menit saya tidak bisa, ingin tidur lagi. Saat itu, saya berpikir bagaimana dengan orang-orang berkebutuhan khusus," papar perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini.

Selama merenung, Elisa berniat membagi kemampuannya kepada orang-orang berkebutuhan khusus. Karena tertarik dengan bahasa isyarat, ia memfokuskan diri untuk membagi apa yang ia punya kepada para tunarungu. "Pertama kali, saya pikir saya harus bisa berkomunikasi dengan mereka," katanya.

Elisa kemudian belajar bahasa isyarat selama dua tahun kepada Baron Sastradinata, bekas diplomat di Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Ketika belajar, Elisa bertemu seorang perempuan tunarungu. Wanita ini lulus sekolah luar biasa tapi belum juga mendapat pekerjaan. Lantas, ia kembali bersua dengan tunarungu lain, kali ini seorang pemuda.

Keduanya berbincang soal nasib si pemuda yang berkali-kali ditolak perusahaan saat melamar pekerjaan. "Saya sedih sekali. Mengapa dia tidak diberi kesempatan kerja? Itulah yang semakin mendorong saya untuk membantu para kaum tunarungu," ujar Elisa.

Pikir punya pikir, Elisa akhirnya berniat menciptakan lapangan kerja bagi para tunarungu. Dia ingin membagikan kemampuannya membuat bermacam kerajinan kepada mereka. Lalu, Elisa mengajak para tunarungu yang pernah ia jumpai. Dia mengajari mereka membuat kartu ucapan dari kain.

Ide ini didapatnya saat pergi ke Pasar Senen untuk membeli karpet plastik pesanan bosnya. "Di depan toko karpet plastik, saya lihat toko kain jok kursi. Ada banyak kain beraneka warna dan motif. Saya datangi dan diberi dua dus besar sisa kain oleh pemilik toko, gratis," papar Elisa.

Tidak hanya kartu ucapan, Elisa juga mengajari mereka membuat jepit rambut, dompet, sarung bantal, penutup galon air, boneka jari, dan pelbagai kantong. "Saya menjual karya mereka ke kawan dan kerabat, ternyata responnya bagus," imbuh Elisa. Tapi, sejak 2005, Elisa mengajak kawan-kawan tunarungunya untuk fokus membuat alat peraga cerita dan buat berhitung.

Berbahan kain flanel, para tunarungu membuat alat bantu cerita dan untuk berhitung bagi anak-anak sekolah. Mereka berada di bawah bendera Yayasan Precious-One (P-One).

Rupanya, banyak orang yang kagum dengan karya-karya P-One. Beberapa orang menyarankan agar para tunarungu juga membuat tas dan bingkai foto. Bingkai-bingkai foto ini juga berbahan flanel berhiaskan sulam. "Pesanan mengalir deras. Ada pesanan untuk pesta pernikahan, acara perusahaan, dan acara keluarga," kata Elisa. Ia membanderol beraneka produk kerjainan P-One mulai dari harga Rp 6.000 sampai Rp 350.000.

Elisa mencatat, karya yang paling banyak dipesan yakni tas dan tempat tisu. Saat ini saja, Elisa tengah mengerjakan ribuan pesanan dari sebuah perusahaan berupa tas, alat permainan, dan tempat tisu.

Di tangan 33 tunarungu, karya-karya itu tercipta. Produk-produk kerajinan mereka juga dapat ditemui di ruang pamer di Sunter Garden, Jakarta Utara.

Pada 4 Januari lalu, P-One pindah ke kawasan ini. Sebelumnya, P-One berada di Permata Buana, Jakarta Barat. Elisa bilang, penghasilan penjualan karya-karya P-One kemudian digunakan untuk biaya operasional dan sumbangan bagi keluarga para tunarungu.

Para tunarungu yang bernaung di P-One berusia antara 20 tahun sampai 38 tahun. "Paling tua tunarungu asal Kupang. Cara dia berkomunikasi masih kurang bagus," beber Elisa.

Menerapkan cara berkomunikasi yang baik antar-tunarungu merupakan pekerjaan utama Elisa saat mendidik mereka. "Saya keras dalam mendidik dan mengajari mereka, agar mereka paham cara berkomunikasi dan etika bekerja,” kata Elisa.

Saat ini, P-One punya satu divisi baru melengkapi dua unit lama. Divisi baru itu yaitu, Temui Paper Craft. Divisi yang dipimpin Agus Winarto ini khusus membuat boneka tiga dimensi.

Divisi yang sudah lebih dulu adalah The Silent Art dan Dancing with Heart. The Silent Art adalah divisi kerja untuk pewarnaan batik. Elisa bekerjasama dengan seorang pembatik untuk mengajari para tunarungu. Adapun Dancing with Heart merupakan divisi pelatihan tari. Kehadiran divisi baru dan derasnya pesanan membuat Elisa berupaya mencari tunarungu lain untuk berkarya di P-One.

Di usianya yang ke 37 tahun, Elisa masih berkeinginan kuat mengumpulkan lebih banyak tunarungu untuk bergabung di P-One. Ia ingin para tunarungu bisa membagi kemampuan lewat buah karya mereka kepada orang lain.

Keinginan Elisa agar para tunarungu mandiri tidak hanya diterapkan pada diri penderita tunarungu. Ia juga tidak pernah mencari seorang sponsor pun bagi yayasannya. "Kami hanya punya seorang donatur tetap. Itu pun dia yang menawarkan diri," kata Elisa.


http://bit.ly/h419ry

Ratnawati menggandeng para tunarungu untuk membuat aneka kerajinan

SOCIAL ENTREPRENEUR RATNAWATI SUTEDJO


Di bawah bimbingan Ratnawati Sutedjo, para tunarungu berkreasi
menciptakan aneka kerajinan. Mulai dari alat peraga cerita, boneka, tas,
hingga tempat tisu. Pesanan pun banyak mengalir ke mereka, baik
perorangan maupun perusahaan.

Ratnawati terus mencari para tunarungu untuk diajak bergabung dan
berkarya dalam Yayasan Precious One (P-One) yang didirikannya. Tak
pernah terlintas di benak Ratnawati Sutedjo untuk membagi hidup kepada
para tunarungu, sampai ia sadar bahwa hidupnya berarti bagi banyak orang.

Cerita berawal saat Ratnawati mengidap hepatitis A pada 2001. Selama dua
tahun ia istirahat total, tidak bekerja. Di tengah sakitnya itu, ia
terpikir bahwa dirinya butuh orang lain. "Saya merasa tidak berguna.
Duduk saja selama 15 menit saya tidak bisa, ingin tidur lagi. Saat itu,
saya berpikir bagaimana dengan orang-orang berkebutuhan khusus," papar
perempuan kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini.

Selama merenung, Ratnawati berniat membagi kemampuannya kepada
orang-orang berkebutuhan khusus. Karena tertarik dengan bahasa isyarat,
ia memfokuskan diri untuk membagi apa yang ia punya kepada para
tunarungu. "Pertama kali, saya pikir saya harus bisa berkomunikasi
dengan mereka," katanya.

Ratnawati kemudian belajar bahasa isyarat selama dua tahun kepada Baron
Sastradinata, bekas diplomat di Kedutaan Besar Indonesia untuk Amerika
Serikat. Ketika belajar, Ratnawati bertemu seorang perempuan tunarungu.
Wanita ini lulus sekolah luar biasa tapi belum juga mendapat pekerjaan.
Lantas, ia kembali bersua dengan tunarungu lain, kali ini seorang pemuda.

Keduanya berbincang soal nasib si pemuda yang berkali-kali ditolak
perusahaan saat melamar pekerjaan. "Saya sedih sekali. Mengapa dia tidak
diberi kesempatan kerja? Itulah yang semakin mendorong saya untuk
membantu para kaum tunarungu," ujar Ratnawati.

Pikir punya pikir, Ratnawati akhirnya berniat menciptakan lapangan kerja
bagi para tunarungu. Dia ingin membagikan kemampuannya membuat bermacam
kerajinan kepada mereka. Lalu, Ratnawati mengajak para tunarungu yang
pernah ia jumpai. Dia mengajari mereka membuat kartu ucapan dari kain.

Ide ini didapatnya saat pergi ke Pasar Senen untuk membeli karpet
plastik pesanan bosnya. "Di depan toko karpet plastik, saya lihat toko
kain jok kursi. Ada banyak kain beraneka warna dan motif. Saya datangi
dan diberi dua dus besar sisa kain oleh pemilik toko, gratis," papar
Ratnawati.

Tidak hanya kartu ucapan, Ratnawati juga mengajari mereka membuat jepit
rambut, dompet, sarung bantal, penutup galon air, boneka jari, dan
pelbagai kantong. "Saya menjual karya mereka ke kawan dan kerabat,
ternyata responnya bagus," imbuh Ratnawati. Tapi, sejak 2005, Ratnawati
mengajak kawan-kawan tunarungunya untuk fokus membuat alat peraga cerita
dan buat berhitung.

Berbahan kain flanel, para tunarungu membuat alat bantu cerita dan untuk
berhitung bagi anak-anak sekolah. Mereka berada di bawah bendera Yayasan
Precious-One (P-One).

Rupanya, banyak orang yang kagum dengan karya-karya P-One. Beberapa
orang menyarankan agar para tunarungu juga membuat tas dan bingkai foto.
Bingkai-bingkai foto ini juga berbahan flanel berhiaskan sulam. "Pesanan
mengalir deras. Ada pesanan untuk pesta pernikahan, acara perusahaan,
dan acara keluarga," kata Ratnawati. Ia membanderol beraneka produk
kerjainan P-One mulai dari harga Rp 6.000 sampai Rp 350.000.

Ratnawati mencatat, karya yang paling banyak dipesan yakni tas dan
tempat tisu. Saat ini saja, Ratnawati tengah mengerjakan ribuan pesanan
dari sebuah perusahaan berupa tas, alat permainan, dan tempat tisu.

Di tangan 33 tunarungu, karya-karya itu tercipta. Produk-produk
kerajinan mereka juga dapat ditemui di ruang pamer di Sunter Garden,
Jakarta Utara.

Pada 4 Januari lalu, P-One pindah ke kawasan ini. Sebelumnya, P-One
berada di Permata Buana, Jakarta Barat. Ratnawati bilang, penghasilan
penjualan karya-karya P-One kemudian digunakan untuk biaya operasional
dan sumbangan bagi keluarga para tunarungu.

Para tunarungu yang bernaung di P-One berusia antara 20 tahun sampai 38
tahun. "Paling tua tunarungu asal Kupang. Cara dia berkomunikasi masih
kurang bagus," beber Ratnawati.

Menerapkan cara berkomunikasi yang baik antar-tunarungu merupakan
pekerjaan utama Ratnawati saat mendidik mereka. "Saya keras dalam
mendidik dan mengajari mereka, agar mereka paham cara berkomunikasi dan
etika bekerja," kata Ratnawati.

Saat ini, P-One punya satu divisi baru melengkapi dua unit lama. Divisi
baru itu yaitu, Temui Paper Craft. Divisi yang dipimpin Agus Winarto ini
khusus membuat boneka tiga dimensi.

Divisi yang sudah lebih dulu adalah The Silent Art dan Dancing with
Heart. The Silent Art adalah divisi kerja untuk pewarnaan batik.
Ratnawati bekerjasama dengan seorang pembatik untuk mengajari para
tunarungu. Adapun Dancing with Heart merupakan divisi pelatihan tari.
Kehadiran divisi baru dan derasnya pesanan membuat Ratnawati berupaya
mencari tunarungu lain untuk berkarya di P-One.

Di usianya yang ke 37 tahun, Ratnawati masih berkeinginan kuat
mengumpulkan lebih banyak tunarungu untuk bergabung di P-One. Ia ingin
para tunarungu bisa membagi kemampuan lewat buah karya mereka kepada
orang lain.

Keinginan Ratnawati agar para tunarungu mandiri tidak hanya diterapkan
pada diri penderita tunarungu. Ia juga tidak pernah mencari seorang
sponsor pun bagi yayasannya. "Kami hanya punya seorang donatur tetap.
Itu pun dia yang menawarkan diri," kata Ratnawati.


Sumber:
Jumat, 18 Februari 2011 | 14:47 oleh Gloria Natalia
http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/59310/Ratnawati-menggandeng-para-tunarungu-untuk-membuat-aneka-kerajinan

Kamis, 17 Februari 2011

Madu Memicu Kerja Otak

*Renny Wahyuningsih* - detikFood

Setiap pagi mungkin Anda minum madu sebagai menu sarapan. Madu yang
sudah terbukti khasiatnya sejak ratusan tahun silam. Bukan hanya sebagai
pemasok energi saja tetapi juga punya sejumlah khasiat yang hebat lho!

Madu bisa diminum kapan saja. Untuk pelengkap sarapan atau diminum
sebelum tidur. Minum satu sendok makan madu asli sebelum tidur, akan
meningkatkan fungsi kinerja otak. Sebab, fruktosanya mampu memberi
energi cadangan pada hati dan bekerja pada otak semalaman. Tak heran,
jika madu dipercaya sebagai penambah energi para atlet zaman Yunani kuno
selama acara olimpiade.

Madu memiliki kandungan karbohidrat 82,3% lebih tinggi di antara
produk-produk hewani lainnya. Seperti, susu, telur, daging, keju, dan
mentega. Setiap 100 gram madu murni mengandung 294 kalori. Sedangkan
tiap 1000 gram atau 1 kg madu kalorinya setara dengan 50 butir telur
ayam atau 5,675 liter susu atau 1680 gram daging.

Kandungan glukosa dan fruktosa pada madu mampu mensuplai glikogen pada
hati. Juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cairan manis alami
ini memiliki efek antibakteri baik secara internal maupun eksternal
sehingga dapat mempercepat pemulihan tubuh. Berfungsi juga antivirus
alami untuk mengobati flu.

Hasil penelitian /Pennsylvania State College of Medicine/, Amerika
Serikat, menyebutkan khasiat satu sendok makan madu mampu menjadi obat
flu yang disarankan. Sebelumnya, penelitian yang dilakukan /Shone Blait/
di /Universitas Sydney, Australia/, pada tahun 2007, menyebutkan madu
efektif memulihkan luka atau infeksi, dan juga mendukung bakteri baik
pada usus dan menumpas sariawan.

Tidak hanya kandungan gulanya yang tinggi (fruktosa 41%, glukosa 35%,
sukrosa 1,9%), tapi juga memiliki komponen lain. Seperti, vitamin A, B1,
B2, dan mineral (kalsium, natrium, kalium, zat besi dan magnesium).

Madu juga memiliki antibiotik dan berbagai asam organik seperti asam
malat, tartarat, sitrat, laklat, dan oksalat.Nah, untuk itu, kita
disarankan agar mengonsumsi 2 sendok teh madu tiga kali setiap harinya
guna menjaga kesehatan lambung.

Sumber:
*(eka/Odi)*
http://food.detik.com/read/2011/02/17/122539/1572804/900/madu-memicu-kerja-otak

Senin, 14 Februari 2011

Indonesia Raya

Ciptaan: W.R. Supratman/ Wage Rudolf Supratman


Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Reff:
Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Selasa, 08 Februari 2011

Kentang Panggang Saus Tomat Pedas

Bosan makan nasi, tapi perlu karbohidrat yang cukup mengenyangkan Buat
saja kentang panggang, lalu siram dengan saus tomat yang pedas.

Bahan:
500 gr kentang baby, pilih yang ukurannya sama besar
4 sdm minyak selada
1 sdm bubuk/ /daun/ rosemary/ (bisa dibeli di supermarket)

Saus:
1 sdm mentega
100 gr bawang bombai cincang kasar
3 siung bawang putih, cincang
3 bh cabai merah besar, cincang halus
2 sdm tomat pasta
1 kg tomat merah, blender halus
1 sdt gula palem
1 sdt lada
1 sdt garam
1 sdt peterseli cincang
100 gr keju parut

Cara membuat:
1. Kupas kentang, sisihkan. Campur kentang dengan minyak selada dan
/rosemary/, aduk rata.
2. Taruh kentang dalam pinggan tahan panas, lalu panggang selama 30
menit, atau sampai kentang matang. Balik setiap 15 menit. Angkat, sisihkan.
3. Panaskan mentega, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum.
Tambahkan tomat halus, pasta tomat, lada, garam, gula palem, masak
sampai tomat menjadi kental.
4. Masukkan kentang panggang, aduk rata. Sajikan dengan keju parut dan
taburkan peterseli cincang.

Untuk 8 Orang

Resep: Nuraini W
Uji Dapur: Klub Nova
Penata Saji: T. Firta Hapsari
http://female.kompas.com/read/2011/02/08/15515411/Kentang.Panggang.Saus.Tomat.Pedas