Kamis, 14 April 2011

Vinux, OS Linux untuk Tuna Netra

Pembaca, Anda tentu telah mengenal system operasi Linux
dengan baik, bahkan mungkin sudah lama menggunakannya sebagai
alternative system operasi Windows besutan Microsoft. Nah, ternyata tak
hanya orang berpenglihatan yang tertarik memakai Linux, namun pengguna
computer yang tunanetra pun ingin mencicipi OS berlogo Pinguin itu.

Selama ini, tunanetra dapat mengoperasikan computer berbasis Windows
dengan cara memasang aplikasi pembaca layar, fungsinya mengubah teks
yang muncul di monitor menjadi keluaran suara. Namun, harga pembaca
layar sendiri tergolong mahal, sekitar $800 hingga $1200.

Sebenarnya, Microsoft telah membenamkan pembaca layar sederhana bernama
Narrator pada system operasinya, dan sudah ada beberapa pembaca layar
berlisensi open source yang dapat dipergunakan secara cuma-cuma. Namun,
kinerja pembaca layar tersebut tidak sebaik yang versi komersial,
sehingga tak semua aktivitas yang berhubungan dengan computer dapat
dijalankan oleh tunanetra.

Kendala lain yang muncul adalah saat ingin memasang sistem operasi
Windows. Mengingat driver kartu suara baru dapat dipasang dan berjalan
setelah Windows beres di-install, otomatis fungsi suara tidak akan aktif
selama proses instalasi. Artinya, tunanetra belum dapat memasang system
operasi Windows secara mandiri apabila terjadi kerusakan pada OS atau
saat mereka hendak memasang Windows pada computer baru.

Berdasar pada sedikit contoh di atas, maka perlu adanya alternative
system operasi dan pembaca layar yang murah meriah dan ekonomis tanpa
mengurangi kinerja serta pengalaman berkomputer para tunanetra.

Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan distro Linux, karena
banyak distronya yang dapat digunakan secara cuma-cuma, dan pembaca
layar yang dikembangkan untuk Linux pun dapat dipakai tanpa perlu
mengeluarkan biaya sepeser pun.

Maka, perlu bagi kita untuk memilihkan distro Linux yang tepat untuk
tunanetra, karena dari sekian banyak distro yang ada tak semuanya dapat
digunakan oleh tunanetra.

Nah, pada bagian pertama artikel ini, penulis menyuguhkan informasi
tentang salah satu distro Linux yang didesain khusus bagi pengguna
computer tunanetra.

Distro yang satu ini namanya Vinux, merupakan modifikasi dari distro
Ubuntu yang diperuntukkan bagi tunanetra atau orang yang menderita
gangguan penglihatan.

Di dalam Vinux telah dibenamkan sebuah pembaca layar open source yang
dapat mengubah teks menjadi suara, sehingga bacaan yang ada dalam Vinux
dapat didengar dan dipahami oleh tunanetra. Selain itu terdapat pula
aplikasi kaca pembesar bagi mereka yang masih dapat menggunakan
penglihatannya dan ingin mengoperasikan Vinux dengan cara membesarkan
tampilannya.

*Kenapa Vinux jadi pilihan penulis?*


* *Otomatis:* Vinux dapat langsung dijalankan melalui boot CD/DVD atau
Flash Drive tanpa perlu di-install ke hard disk, jadi tunanetra tak
perlu ribet melakukan instalasi Linux yang sejatinya memerlukan
pengetahuan ekstra.
* *Siap pakai:* Vinux telah mendukung ratusan merek kartu suara,
sehingga pembaca layarnya akan langsung berjalan ketika booting.
Selain itu, Vinux juga telah mendukung perangkat Braille Display,
yaitu monitor yang akan memunculkan huruf Braille yang dapat diraba,
sehingga informasi yang ditampilkan Vinux dapat dikeluarkan oleh
Braille Display dan dapat langsung diraba oleh tunanetra.
* *Mudah dan terkini:* Bagi tunanetra yang ingin mencicipi Linux,
Vinux bisa jadi media belajar yang baik, karena sudah mendukung GUI
(Graphical User Interface) dan core yang sama dengan Ubuntu,
sehingga tunanetra akan mendapatkan pengalaman berkomputer yang
hamper sama dengan desktop Windows, atau mereka yang memakai Ubuntu.
Selain itu, versi modifikasi ini tidak terlalu rumit dan mudah
dijelajahi.


Nah, sebelum mulai, kita harus mempersiapkan segala sesuatunya.


1. Pertama, siapkan computer atau laptop yang spesifikasinya sudah
dapat menjalankan distro Ubuntu. Lalu, bukalah internet dan lakukan
langkah berikutnya.
2. Selanjutnya, buka*www.vinuxproject.org
<http://vinuxproject.org/about>*. Pelajarilah seluk beluk Vinux
sesuai kebutuhan, lalu masuk ke halaman Download dan pilih versi
yang diinginkan.
3. Di sana, tersedia versi Live untuk CD (standar), atau DVD (berisi
lebih banyak program). Penulis menyarankan untuk download versi USB,
karena tidak perlu burn ke CD/DVD dan dapat langsung dikopi ke flash
disk. Namun kalau ingin tetap menjajal yang versi CD/DVD, disarankan
untuk memakai kepingan yang bagus dan bakar dengan kecepatan rendah.
4. Lalu, siapkan CD atau DVD kosong bila ingin membakar Vinux dan
menjadikannya Live CD/DVD boot, atau sebuah flash disk berukuran
minimal 1GB. Penulis menyarankan untuk memakai flash disk sebesar
4GB agar dapat menyimpan data-data tambahan selama mengoperasikan Vinux.
5. Jika sudah, silahkan ekstrak hasil download dan bacalah file
petunjuk yang telah disertakan. Ikutilah langkah-langkah yang
diberikan, dan pastikan untuk menjelajahi sekali lagi situs penyedia
Vinux apabila masih ada yang belum dipahami atau dimengerti.


Kalau dibandingkan dengan Ubuntu, memang ada banyak aplikasi yang tidak
disertakan mengingat aplikasi tersebut tak dapat diakses oleh pembaca
layar. Namun, distributor Vinux telah memberikan banyak aplikasi
pengganti yang lebih aksesibel, seperti editor HTML, pengolah kata,
download manager, pengatur network, FTP client, dan masih banyak lagi.

Penasaran? Sebelum mencobanya, silahkan saksikan demonstrasinya *melalui
video berikut.* <%20http:/www.youtube.com/watch?v=poT3URUOqyk%20>


Sumber:
Ramaditya
Tentang Penulis: *Eko Ramaditya Adikara adalah blogger tuna
netra yang menggemari dunia digital dan teknologi informasi. Blognya
bisa dibaca di http://ramaditya.multiply.com/.
http://www.detikinet.com/read/2011/04/13/185515/1615802/398/vinux-os-linux-untuk-tuna-netra

Jumat, 08 April 2011

Ubi dan Tomat, Obat Alami Jerawat

*Eka Septia Wulan* - detikFood


Jerawat dan kerut merupakan musuh utama kulit. Tak perlu memakai krim
atau olesan obat. Dengan makanan alami kulit mulus bebas jerawat tak
sulit didapat. Apa saja makanan alami yang perlu dimakan?

Akhir pekan sudah di depan mata, janji kencan ataupun pesta pastilah
sudah berdatangan. Tapi apa daya, jerawat dan kerutan membuat penampilan
jadi kurang menarik. Kalau sudah begini, pastilah minder untuk tampil di
depan umum. Ada sebagian orang yang tidak lantas cocok menggunakan
kosmetik yang banyak dijual di pasaran.

Untuk mengatasi gangguan kulit seperti ini, bisa juga dilakukan dengan
cara yang sederhana. Yaitu dengan cara mengkonsumsi makanan-makanan
tertentu yang bisa mencegaj timbulnya masalah pada kulit. Apa saja sih
kira-kira makanan itu? Ini dia daftarnya.

1. Aprikot
Buah aprikot sangat baik untuk Anda yang memiliki masalah dengan
jerawat. Hal ini dikarenakan aprikot mengandung vitamin A dan juga air
sehingga melindungi kulit dan menghindari kulit menjadi kering.
Kelembapan yang mengganti sel kulit mati penyebab jerawat pada kulit wajah.

2. Tomat dan Olive Oil
Penelitian baru-baru ini ditemukan fakta bahwa tomat dan juga olive oil
merangsang collagen, molekul di dalam kulit yang membuat struktur kulit
kenyal dan awet muda. Rahasianya adalah lycopene senyawa antioksidan di
dalam tomat yang menjaga kulit serta melembabkannya. Sedangkan olive oil
mengandung omega-3 yang membuat sel kulit tetap kuat.

3. Cantaloupe
Cantaloupe atau melon Jepang tidak hanya renyah dan manis rasanya, tapi
kandungan nutrisi cukup tinggi. Cantaloupe mengandung ekstrak superoxide
dismutase (SOD) yang efektif menjaga kulit dari radiasi sinar matahari.
Cantaloupe juga aya akan antioksidan yang memndorong kulit untuk membuat
perlindungan secara alami sehingga bebas dari radiasi sinar matahari.

4. Salmon
Salmon mengandung asam lemak omega-3 yang sangat baik tidak hanya untuk
jantung tapi juga untuk kulit. Selain omega-3 salmon juga mengandung
asam alpha-linolenic yang membantu kulit menjadi lebih lembut dan
membuat sel kulit lebih kenyal. Kondisi ini akan membuat kulit lebih
elastis atau l embab sehingga dapat mencegah selulit muncul.

Dengan mengkonsumsi keempat makanan tadi secara teratur, kulit sehat dan
terawat pun bisa didapat secara alami tanpa harus menggunakan kosmetik
bermacam-macam.


Sumber:
http://food.detik.com/read/2011/04/07/181956/1611248/900/ubi-dan-tomat-obat-alami-jerawat

Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!

ARAH PENDIDIKAN


Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna
kepentingan industri dan membentuk mentalitas pegawai, --katakanlah
hingga dua dekade ke depan--, yang akan dihasilkan adalah jutaan calon
penganggur. Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma
dan sarjana yang menganggur.

Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa
putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Tercatat, sejak 2002, jumlah
mereka yang putus sekolah itu rata- rata lebih dari 1,5 juta siswa
setiap tahun.

Dalam "kalimat lain", ada sekitar 50 juta anak Indonesia yang tak
mendapatkan layanan pendidikan di jenjangnya. Jadi, untuk apa sebenarnya
generasi baru bangsa bersekolah hingga ke perguruan tinggi?

Jika jawabannya agar mereka bisa jadi pegawai, fakta yang ada sekarang
menunjukkan orientasi tersebut keliru. Dari sekitar 105 juta tenaga
kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta pegawai adalah lulusan
SD! Pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5
juta orang. Jika sebagian besar lapangan kerja hanya tersedia untuk
lulusan SD, lalu untuk apa anak-anak kita harus buang-buang waktu dan
uang demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi?

Sir Ken Robinson, profesor pakar pendidikan dan kreativitas dari
Inggris, dalam orasi-orasinya, yang menyentakkan ironisme: menggambarkan
betapa sekarang ini sudah terjadi inflasi gelar akademis sehingga
ketersediaannya melampaui tingkat kebutuhan. Akibatnya, nilainya di
dunia kerja semakin merosot.

Lebih dari itu, ia menilai sekolah-sekolah hanya membunuh kreativitas
para siswa. Maka, harus dilakukan revolusi di bidang pendidikan yang
lebih mengutamakan pembangunan kreativitas.

Paul Krugman, kolumnis The New York Times yang disegani, dalam
tulisannya pada 6 Maret 2011, menegaskan fakta-fakta di Amerika Serikat
bahwa posisi golongan kerah putih di level menengah— yang selama
beberapa dekade dikuasai para sarjana dan bergaji tinggi--, kini
digantikan peranti lunak komputer. Lowongan kerja untuk level ini tidak
tumbuh, malah terus menciut. Sebaliknya, lapangan kerja untuk yang
bergaji rendah, dengan jenis kerja manual yang belum bisa digantikan
komputer, seperti para petugas pengantaran dan kebersihan, terus tumbuh.

*Kreativitas dan imajinasi *

Fakta lokal dan kondisi global tersebut harus segera diantisipasi oleh
para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Persepsi kultural dan
sosial yang mengangankan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan semakin
mudah mendapatkan pekerjaan adalah mimpi di siang bolong!

Namun, jika orientasi masyarakat tetap untuk "jadi pegawai", yang harus
difasilitasi adalah sekolah-sekolah dan pelatihan-pelatihan murah dan
singkat. Misalnya untuk menempati posisi operator, baik yang manual
seperti pekerjaan di bidang konstruksi, manufaktur, transportasi,
pertanian, ataupun yang berbasis komputer di perkantoran.

Untuk itu, tak perlu embel-embel (sekolah) "bertaraf internasional" yang
menggelikan itu karena komputer sudah dibuat dengan standar
internasional. Akan tetapi, kualitas peradaban sebuah bangsa tak cukup
hanya ditopang oleh para operator di lapangan. Mutlak perlu dilahirkan
para kreator yang kaya imajinasi. Oleh karena itu, seluruh potensi
kecerdasan anak bangsa harus dibangun secara lebih serius yang hanya
bisa dicapai jika rangsangannya diberikan sejak usia dini.

Maka, diperlukan metode pengajaran yang tak hanya membangun kecerdasan
visual-auditori-kinestetik, juga kreativitas dan kemandirian. Kata
kuncinya adalah "kreativitas" dan "imajinasi"; dua hal yang belum akan
tergantikan oleh komputer secerdas apa pun!

Zaman terus berubah. Sistem pendidikan dan paradigma usang harus diganti
dengan yang baru. Era teknologi analog sudah ketinggalan zaman. Kini
kita sudah memasuki era digital. Itu artinya, konsep tentang ruang dan
waktu pun berubah.

Hal-hal yang tadinya dikerjakan dalam waktu panjang, dengan biaya
tinggi, dan banyak pekerja, jadi lebih ringkas. Maka, tujuan paling
mendasar dari suatu sistem pendidikan baru harus bisa membangun semangat
"cinta belajar" pada semua peserta didik sejak awal. Dengan spirit dan
mentalitas "cinta belajar", apa pun yang akan dihadapi pada masa depan,
mereka akan bisa bertahan untuk beradaptasi, menguasai, dan mengubahnya.

Membangun semangat "cinta belajar" tak perlu harus ke perguruan tinggi.
Kini seluruh ilmu pengetahuan sudah tersedia secara digital, bisa
diakses melalui komputer di warnet ataupun melalui telepon genggam.
Jadi, cukup berikan kemampuan menggunakan komputer, mencari sumber
informasi yang dibutuhkan di internet, dan bahasa Inggris secukupnya
karena di dunia maya tersedia mesin penerjemah aneka bahasa yang instan.

Anak-anak cukup sekolah 12 tahun saja (mulai dari pendidikan anak usia
dini, PAUD)! Mereka tidak usah jadi pegawai. Dunia kreatif yang bernilai
tinggi tersedia untuk mereka, sepanjang manusia masih ada.


Sumber :
Kompas Cetak
Oleh Yudhistira ANM Massardi
Penulis adalah Sastrawan; Pengelola Sekolah Gratis untuk Dhuafa, TK-SD
Batutis Al-Ilmi Bekasi
http://edukasi.kompas.com/read/2011/04/08/10450289/Berhentilah.Sekolah.Sebelum.Terlambat.

Kamis, 07 April 2011

Ini Linux atau GNU/Linux?

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata Linux? Apakah sebuah
sistem operasi yang komplit dan siap digunakan seperti halnya Windows
atau Mac OS? Atau hanya sebuah bagian kecil dari sistem yang tak dapat
berjalan dengan sendirinya? Saya berani bertaruh sebagian besar akan
menjawab yang pertama. Well, sayangnya Anda salah.

Sistem operasi yang Anda sebut Linux sebenarnya adalah bukan (hanya)
sekedar Linux melainkan GNU/ Linux ?setidaknya itu yang dikatakan Free
Software Foundation yang dipimpin Richard Stallman. Kenapa bisa begitu?

Sistem operasi GNU ?selanjutnya akan saya sebut GNU? yang bermula dari
sebuah proyek bernama GNU Project adalah sebuah software sistem bersifat
free yang lengkap dan kompatibel dengan Unix. Free di sini bukan berarti
gratis seperti dalam ?makan siang gratis? melainkan berarti bebas
seperti dalam ?bebas berpendapat.? Saya akan menjelaskan tentang free
software di lain waktu.

GNU Project merupakan sebuah proyek yang diprakarsai oleh Richard
Stallman di kampus MIT (Massachusetts Institute of Technology), tempat
dimana Stallman bekerja, yang dimulai pengerjaannya sejak 1984. Cakupan
GNU adalah kernel dan software pendukung seperti teks editor, shell,
kompiler C, assembler, dan lain sebagainya sehingga menjadi satu
kesatuan sistem operasi yang utuh.

Dengan tim yang bekerja secara sukarela dan mengerjakan bagiannya
masing-masing, komponen software pendukung sistem operasi pun telah siap
digunakan. Sayangnya software-software yang telah diintegrasikan dalam
sistem GNU ini tidak dapat berjalan karena kernel yang dibuat dan diberi
nama GNU Hard tidak siap untuk digunakan.

Secara kebetulan, setahun sebelum sistem GNU siap digunakan seorang
mahasiswa di Universitas Helsinki berhasil membuat kernel mirip Unix
yang bagus dan telah digunakan oleh banyak programmer. Kernel yang
dibuat Linus Torvalds ini bernama Linux. Dari kolaborasi sistem GNU dan
kernel Linux ini terbentuklah sistem operasi yang sempurna yaitu GNU/Linux.

Dari GNU/Linux ini kemudian muncul berbagai varian yang disebut distro
seperti Slackware, Debian, Red Hat dan lain sebagainya dan telah
digunakan di berbagai penjuru dunia. Distro-distro inilah yang saat ini
lebih dikenal dengan sebutan Linux.

Sebenarnya, apakah itu kernel? Bayangkan sebuah jembatan yang
menghubungkan satu sisi lembah dengan sisi lembah lainnya. Itulah
gambaran mudah sebuah kernel. Kernel merupakan sebuah penghubung yang
sekaligus mengatur sumber daya mesin, dalam hal ini komputer, sehingga
komputer mampu menjalankan program-program lain. Sama seperti halnya
sistem GNU, kernel pun tidak mampu berjalan sendirian tanpa software
lain. Kernel Linux bukanlah sistem operasi.

Sampai saat ini, penyebutan GNU/Linux masih menjadi kontroversi. Jika
dihitung jumlah komponen maupun library GNU memang lebih dibandingkan
dengan Linux seperti yang ada dalam Red Hat. Dari sini, beberapa orang
mengatakan bahwa Stallman iri karena dia bekerja lebih banyak di GNU dan
Linus Torvalds menikmati kejayaan dengan hanya menulis kernel yang tak
seberapa.

Meskipun demikian, komponen atau library sistem GNU ternyata hanya ada
di distro-distro yang lebih dikenal dengan Linux tersebut. Tidak satupun
dari komponen maupun library GNU yang ditemukan dalam Android karena
Google telah mengganti dengan komponen atau library yang dikembangkan
sendiri.

Apapun sebutan yang Anda berikan, baik Linux maupun GNU/Linux, adalah
sah-sah saja selama Anda mengerti apa yang Anda maksudkan dan tetap
mengembalikan credit kepada pengembang. Saya sendiri kadang menyebut
GNU/Linux dan kadang Linux saja.

Meminjam kalimat Jim Gettys, salah satu perintis dan pengembang X Window
System: There are lots of people on this bus; I don't hear a clamor of
support that GNU is more essential than many of the other components;
can't take a wheel away, and end up with a functional vehicle, or an
engine, or the seats. I recommend you be happy we have a bus.

Mari menikmati bus dan perjalanan ini sambil mendengarkan lagu *The Gnu
Song* <http://%20www.youtube.com/watch?v=cGVdCGxh1IY&feature=related>
yang dibawakan oleh Flanders dan Swann!

Sumber:
Saiful Muhajir *Tentang Penulis: */Ahmad Saiful Muhajir adalah penggiat
dan pemerhati Open Source yang sebelumnya aktif di Jawa Tengah Open
Source Center. Ia dapat dihubungi di http://saifulmuhajir.me atau
melalui Twitter di akun @saifulmuhajir
http://www.detikinet.com/read/2011/04/07/154257/1611046/398/ini-linux-atau-gnu-linux

Fisikawan Temukan 'Partikel Tuhan'

Fisikawan dari Laboratorium Akselerator Nasional Fermi (Fermilab)
melaporkan penemuan ekses pada sebuah eksperimen yang diduga sebagai
partikel elementer baru dalam dunia fisika. Sebagian pihak menilai
partikel elementer tersebut adalah mata rantai yang hilang atau dikenal
sebagai partikel tuhan.

Teoretikawan Fermilab, Christoper Hill, kebingungan menyikapi penemuan
ini. "Tak ada yang mengetahui ini benda apa," kata Hill. Menurut dia,
temuan ini menjadi yang paling signifikan dalam setengah abad terakhir
jika ekses terjadi lagi pada eksperimen berikutnya.

Beberapa ilmuwan menilai ekses ini sebagai bukti kehadiran partikel
tuhan. Partikel yang biasa dikenal sebagai Higgs Boson ini telah lama
dicari fisikawan sebagai kunci terakhir teori partikel karena bisa
menjelaskan kehadiran massa pada benda.

Teoretikawan Fermilab lainnya, Dan Hooper, sedikit meragukan kemunculan
partikel tuhan pada eksperimen ini. Menurut dia, ekses yang ditemukan
terlalu berat sehingga tak sesuai dengan prediksi fisikawan. Selain itu,
partikel tuhan seharusnya tak berinteraksi banyak dengan partikel lainnya.

Hooper menilai penjelasan bagi ekses pada eksperimen ini tak memerlukan
partikel elementer baru. Menurut dia, ekses muncul karena ada hal yang
belum dimengerti fisikawan.

Eksperimen yang dilakukan di Fermilab berupa menabrakkan proton dan
antiproton pada tingkat energi mencapai 1 triliun elektronvolt. Setelah
tabrakan terjadi, partikel akan terpecah menjadi partikel-partikel yang
lebih kecil atau biasa disebut partikel elementer yang terdiri atas
kuark, lepton, dan gauge boson. Partikel elementer inilah yang menyusun
inti atom dan elektron pada atom.

Ketika fisikawan memperhatikan hasil tabrakan pada rentang energi
120-160 miliar elektronvolt, terdapat kejadian yang tak pernah
diprediksikan sebelumnya atau disebut ekses. Atas dasar inilah fisikawan
memperkirakan munculnya partikel tuhan pada eksperimen ini.

Penjelasan atas ekses pada eksperimen ini belum final. Fisikawan masih
menunggu hasil percobaan lain menggunakan mesin Tevatron.


Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/04/07/brk,20110407-325781,id.html

Rabu, 06 April 2011

Era NFC Semakin Dekat, Ponsel Gantikan Dompet

Era NFC Semakin Dekat, Ponsel Gantikan Dompet

Tak lama lagi ponsel akan memiliki fungsi yang sama dengan kartu kredit,
yakni menjadi alat bayar. Teknologinya, near field communication (NFC),
memungkinkan Anda membayar tanpa perlu mengeluarkan dompet.

Seperti apa? NFC adalah teknologi yang akan menjadi game changer di masa
depan. Begitu fungsionalnya sehingga semua vendor ponsel di seluruh
dunia bakal ikut mengadopsi. Tahun ini saja diperkirakan 35 juta unit
ponsel akan menggunakan teknologi NFC. Pada 2012,ABI Research meramalkan
jumlahnya berlipat ganda hingga lebih dari 70 juta unit.

Jika produksinya begitu masif, seberapa cepat teknologi ini diadopsi?
Firma riset Gartner menjawab, pada 2014 nanti akan ada 340 juta orang di
dunia yang sudah menggunakan sistem pembayaran mobileini. Faktanya,
pembayaran nontunai saat ini terus meningkat. Sementara penggunaan uang
tunai secara fisik terus menurun. Para ekonom menilai, jumlah uang
meningkat, namun uang kertas yang disimpan di dompet justru lebih sedikit.

Nah, cara mengetahui kehebatan teknologi NFC sebenarnya mudah saja. Jika
Anda memiliki kartu kredit dan kartu debit di dompet, kemungkinan besar
Anda akan menggunakan teknologi NFC di masa mendatang. Sebab, NFC bisa
dibilang memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan kedua kartu
tersebut. Bedanya, yang digunakan untuk membayar makan malam, belanja
baju, atau mungkin membeli hadiah untuk teman yang baru saja melahirkan
bukan kartu kredit, melainkan ponsel Anda.

Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Emir M Husni
menyatakan, NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu radio frequency
identification (RFID).

"RFID memiliki bentuk dan fungsi yang sama seperti kartu ATM. Bedanya,
kartu RFID tidak perlu digosok (contactless) sehingga kartu tidak perlu
dikeluarkan dari dompet dalam proses pembayaran. Pengguna cukup
mendekatkan dompetnya ke terminal pembayaran atau reader," ungkap dia.

Di Indonesia, kartu RFID bukanlah hal asing.Teknologi tersebut digunakan
e-Toll Card Mandiri untuk sistem pembayaran otomatis gerbang tol atau
gelang (RFID tag) yang digunakan sebagai pengganti tiket di taman
hiburan. Nah, teknologi NFC pada ponsel ini selangkah lebih maju
daripada RFID. Pada sebuah ponsel ditanamkan NFC chip yang dapat
bertindak sebagai kartu RFID dan sebagai reader dengan radius jangkauan
pendek (kurang dari 10 cm). Menurut Emir, teknologi NFC pada ponsel ini
nantinya benar- benar berfungsi sebagai dompet.

Karena dapat mengeluarkan uang dan menerima uang dari dan ke sesama
penggunaNFC.

"Selain untuk pembayaran, teknologi NFC dapat digunakan sebagai
pengganti KTP, SIM, kartu mahasiswa, kartu absen, dan lainnya," paparnya.

Tahun ini akan semakin banyak produk ponsel yang sudah dilengkapi oleh
NFC. Google Nexus S dan Samsung Galaxy S II, misalnya, sudah dibekali
chip NFC. VP Channel Management Telkomsel, Gideon Edi Purnomo,
mengatakan bahwa Telkomsel berencana membawa teknologi NFC ke Indonesia
setidaknya pada awal tahun depan.

Menurut Gideon, implementasi teknologi NFC tidak hanya menuntut kesiapan
dari operator, tapi juga pihak lain seperti manufaktur ponsel dan merchant.

"Pertanyaannya, seberapa besar handset yang sudah dibekali chip NFC
tersedia di pasar dan seberapa banyak merchant yang sudah memiliki
terminal pembayarannya," katanya. Karena itu, Gideon berpendapat
teknologi yang paling mungkin bisa diaplikasikan di Indonesia dalam
waktu dekat adalah RFID.

Melalui sistem identifikasi frekuensi radio ini, transponder ditanam
dalam kartu SIM pelanggan.Layanan RFID di kartu SIM itu akan menjadi
bagian dari platform mobile wallet Telkomsel T-Cash yang sudah
dikenalkan beberapa tahun terakhir. Teknologi RFID Telkomsel saat ini
sedang diuji coba di beberapa merchant dan akan segera dikenalkan dalam
waktu dekat.

"Tahun ini poin kami adalah edukasi dulu.Kami prediksi volume
transaksinya baru meningkat signifikan tahun depan," katanya.

Meski demikian, bukan tidak mungkin pihak bank lebih cepat mengadopsi
teknologi NFC ini dibandingkan operator, mengingat efektivitas NFC
sebagai mobile payment. Pertanyaannya justru kapan chip NFC ini bisa
merambah ponsel dengan harga yang terjangkau sehingga penggunanya
semakin banyak. Melalui grup riset NFC di Sekolah Teknik Elektro dan
Informatika ITB, Emir sendiri sedang giat-giatnya melakukan penelitian
untuk membangun sistem transaksi menggunakan ponsel dan teknologi NFC.

Yang sedang diteliti adalah bagaimana implementasi NFC yang sesuai
dengan kondisi ekosistem Indonesia.

"Bagaimana sistem ini berjalan dengan pihak bank,pengguna, juga terkait
masalah keamanan," katanya.

Harapan dari penelitian itu, menurut Emir, adalah menghasilkan sistem
transaksi dengan teknologi NFC pada ponsel untuk micropayment
(pembayaran dalam jumlah kecil) seperti angkutan umum, warung, kantin,
dan macropayment (pembayaran dalam jumlah lebih besar) seperti
supermarket, restoran,dan lainnya.

Menurut Emir, teknologi NFC ini akan booming ketika nanti ponsel yang
sudah dibekali chip NFC semakin terjangkau. Di masa depan, kita
membayangkan bertransaksi tanpa perlu mengeluarkan dompet. Namun hanya
menggunakan ponsel, yang saat ini keberadaannya bahkan sudah dianggap
lebih penting daripada dompet. *(Koran SI/ Danang Arradian)* (srn)


Sumber:
http://techno.okezone.com/read/2011/04/06/54/443120/era-nfc-semakin-dekat-ponsel-gantikan-dompet

Orang Sukses Hanya Tidur Sebentar

Kerja keras, pantang menyerah, dan disiplin biasanya menjadi karakter
kesuksesan orang-orang besar. Tapi selain itu, ada pula kebiasaan mereka
yang benar-benar berbeda dari orang kebanyakan.

Menurut psikiater Dr Buysse yang dikutip Business Insider, para orang
sukses itu hanya tidur sesaat saja. Buysse mengatakan lima dari seratus
orang mengaku hanya membutuhkan waktu tidur selama lima atau enam jam
saja setiap malam.

Namun dengan waktu tidur yang singkat itu, mereka tidak mengalami
'ngantuk' berat pada siang hari. "Padahal mereka tidak mengkonsumsi
kafein dan tetap beraktifitas seperti biasa," ujarnya.

Biasanya, orang yang tidur dalam waktu singkat namun tetap energik
memiliki metabolisme yang cepat dan fisik mereka lebih tahan terhadap
penyakit atau gangguan psikologis. "Kebanyakan dari orang seperti itu
adalah mereka yang sukses dalam hidupnya, seperti para milyuner atau
aristokrat," kata Dr Buysse.

Beberapa orang sukses yang memiliki waktu tidur sebentar, menurut dia,
diantaranya Benjamin Franklin, Thomas Jefferson dan Leonardo da Vinci.
Namun, Buysse menambahkan, tak semua orang yang tidur sebentar adalah
orang sukses.


Sumber:
BusinessInsider|Rini K
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/04/06/brk,20110406-325581,id.html

Selasa, 05 April 2011

Jangan Cuma Menyalahkan "Debt Collector"

Penulis: *Felicitas Harmandini* | Editor: *Dini*

Kasus tewasnya Sekretaris Jenderal Partai Pemersatu Bangsa Irzen Octa
saat ini menjadi pembicaraan banyak orang. Seperti diberitakan, Irzen
tewas tidak lama setelah bernegosiasi dengan tiga /debt collector/,
penagih utang yang dipekerjakan Citibank, tepatnya di Menara Jamsostek,
Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (29/3/2011) lalu.

Kasus ini membuat posisi /debt collector/ makin tersudut. Sebelum
terjadinya insiden ini, kita tentu sudah sering membaca berita mengenai
nasabah kartu kredit yang mengeluhkan perlakuan /debt collector/ bila
nasabah tak mampu menyelesaikan utangnya. Penagih utang tak hanya
meneror, mengancam, atau memaki nasabah, tetapi juga melakukan hal yang
sama pada orang-orang dekat nasabah.

Pada saat mendengar kasus semacam ini, orang jarang sekali melihat dari
sisi latar belakang masalah. Misalnya, mengapa nasabah sampai tidak
membayarkan utangnya? Mengapa bank penerbit kartu kredit sampai harus
menugaskan penagih utang dari pihak ketiga untuk memaksa nasabah
membayar utangnya? Berapa besar jumlah utang yang dimiliki nasabah, dan
berapa lama utang tersebut dibiarkan menumpuk?

Sebelum menyalahkan bank dan /debt collector/-nya, cobalah berkaca pada
diri sendiri. Bagaimana sih, cara Anda menggunakan kartu kredit? Apakah
Anda selalu membayar tagihan hingga lunas sebelum jatuh tempo, atau
hanya membayarkan /minimum payment/-nya? Dengan gaji yang Anda miliki,
mampukah Anda "membeli" gaya hidup yang membuat Anda terjerat utang
kartu kredit?

Seringkali yang terjadi, orang memang hanya memuaskan keinginan untuk
memenuhi gaya hidupnya. Karena gaji tak mencukupi, akhirnya ia membeli
barang-barang atau menggunakan fasilitas mewah dengan memanfaatkan kartu
kredit. Dalam perjalanannya, ternyata ia tak mampu membayar
utang-utangnya yang menumpuk.

"Ada juga orang yang selama 5 tahun, bahkan 9 tahun, kartu kreditnya
dibiarin terus, hanya membayar /minimum payment/. Padahal belanjanya
berapa, bunganya berapa. Jadi utangnya nanti berapa?" tukas Ligwina
Hananto, /financial planner/, saat hadir sebagai narasumber
dalam/talkshow/ "Apa Kabar Indonesia Pagi" yang ditayangkan TVOne, Senin
(4/4/2011) lalu.

Utang yang awalnya hanya sebesar Rp 5 juta, misalnya, bisa saja
membengkak menjadi belasan, bahkan puluhan juta, karena nasabah tak
pernah membayar lunas. Nilai bunga menjadi jauh melebihi nilai
pembelanjaan itu sendiri. Saat inilah, nasabah biasanya mulai mengeluh
kesulitan membayar utang. Kebiasaan orang yang tak bertanggung jawab
seperti ini adalah berlagak cuek ketika ditagih, menghindar (dengan
mengganti nomor telepon atau pindah rumah) dan membiarkan orang-orang
dekatnya (keluarga atau rekan kantornya) repot menerima telepon dari bank.

Ada pula nasabah yang kesulitan membayarkan seluruh utangnya lalu
meminta keringanan dari pihak bank. Keringanan yang diminta seringkali
tidak tanggung-tanggung, di bawah separuh dari jumlah total utang. Sudah
begitu, saat menuntut keringanan itu mereka bersikap seolah-olah bank
lah yang berkewajiban memberi keringanan, bukan bahwa ia lah yang
berkewajiban membayar utang. Tak jarang terlontar kalimat yang arogan
seperti, "Kalau saya nggak bisa bayar, mau apa?"

Perlu Anda ketahui juga bahwa menagih utang dengan cara ancaman biasanya
baru dilakukan bila cara yang "halus" sudah tidak mempan. Ingat kan,
kalau Anda belum membayar tagihan karena lupa, atau belum sempat
membayar, bank pasti akan menelepon untuk mengingatkan, bahwa Anda belum
membayar. Ada pula /reminder/ yang dikirimkan melalui SMS. Bila
peringatan-peringatan semacam itu tidak diindahkan oleh nasabah, bank
baru menggunakan cara yang lebih tegas.

Oleh karena itu, untuk menghindari jeratan utang di kemudian hari
sebaiknya kita tidak memaksakan diri mengejar kemewahan atau kesenangan
yang tidak mampu kita dapatkan. Sadari dimana kemampuan Anda, dari segi
penghasilan maupun komitmen untuk melunasinya (bila Anda memilih untuk
mendapatkannya dengan kartu kredit).

"Prinsip dasar keuangan adalah jujur pada diri sendiri. Udah pantas
belum, misalnya, punya barang yang cicilannya Rp 2 jt per bulan,
sementara gajinya Rp 4 juta. Ada tidak uang yang kita miliki untuk
membayar kartu kredit?" kata Ligwina memberi gambaran.

Kita juga perlu lebih berani menolak pinjaman tunai atau fasilitas lain
yang ditawarkan secara agresif oleh pihak bank. Tak perlu merasa kesal
karena mengambil program karena merasa dipaksa pihak bank. Bila memang
tak mau menerima tawaran tersebut, tolak saja dengan tegas.

"Jangan komplain karena tawaran kartu kredit, tapi kita tanda tangan
juga (untuk menyepakati tawaran tersebut). Nanti marah-marah karena
ditagih," tutur penulis buku /Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah
untuk Tidak Miskin/ ini, gemas.

Ligwina mengingatkan, kasus kekerasan seperti yang menimpa Irzen Octa
tidak dapat dikaitkan dengan kewajiban nasabah untuk membayar utangnya.
Sikap kasar yang ditunjukkan /debt collector/ tidak dapat dibenarkan,
tetapi Anda pun perlu membantu diri sendiri dengan membayar lunas utang
Anda.

"Saya harus tegas di sini karena orang suka menghindari membayar
utangnya sendiri. Kalau nggak mau bayar, itu tanggung jawabnya sendiri!"
tukasnya.


Sumber:
http://female.kompas.com/read/2011/04/05/11441898/Jangan.Cuma.Menyalahkan.Debt.Collector

Ketika Melinda dan Selly Memilih Jalan Pintas

Penulis: *Wardah Fazriyati* | Editor: *Dini*

Uang, kekuasaan, dan wanita (juga pria), menjadi kelemahan manusia.
Manusia semakin terlemahkan ketika gaya hidup menjadi fokus dalam
hidupnya. Kelemahan yang manusiawi ini membuat seseorang semakin
terpuruk dalam hidupnya saat karakter dan integritas tak lagi dijaga.
Inilah yang terjadi pada tersangka kasus dugaan pembobolan dana nasabah
Citibank, Melinda Dee (47), maupun dugaan penipuan yang dilakukan Selly
Yustiawati (25).

"Seseorang bisa mencapai puncak dengan kharisma, /skill/, dan
pengetahuan. Namun seseorang hanya bisa bertahan di puncak kesuksesan
karena memiliki karakter dan integritas," jelas /motivator/ termuda di
Asia, Bong Chandra, kepada /Kompas Female/.

Peristiwa dan tindakan kriminal yang dilakukan Melinda dan Selly,
menunjukkan bagaimana kelemahan manusia membawa kedua perempuan ini
terjerat dalam kasus hukum, sekaligus mencoreng reputasinya. Menurut
Bong, individu yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu
cenderung tipikal orang yang senang dengan jalan pintas. Padahal jalan
pintas berisiko tinggi, dan sesuatu yang didapatkan cepat maka akan
cepat juga lenyapnya.

"Cepat di sini bukan ukuran waktu, berapa lama mendapatkan, tetapi lebih
kepada cepat dalam mendapatkan sesuatu tersebut," jelas Bong.

Meskipun memahami bahwa jalan pintas berisiko, menurutnya, seseorang
masih saja menjalaninya karena memang uang, kekuasaan, dan wanita (pria)
bisa melemahkan seseorang. Jalan pintas kerapkali dipilih mencapai
"sukses", karena fokus individu lebih kepada pemenuhan gaya hidup bukan
kepada upaya menjadikan dirinya sejahtera dan bahagia.

"Fokus orang yang menghalalkan segala cara lebih kepada /lifestyle/,
bukan /wealth/," lanjutnya.

Lebih jauh Bong menjelaskan, seseorang yang fokus pada gaya hidup,
cenderung terjebak kesenangan. Sementara, milyuner sejati justru
memiliki gaya hidup yang tak berlebihan. Ia lalu berkisah bagaimana
penulis buku /The Millionaire Next Door/ mewawancara 300 milyuner di
Amerika untuk bukunya. Hasilnya, ditemukan bahwa orang kaya suka menawar
harga, membeli barang diskon, membeli mobil bekas atau mobil Jepang atau
Korea yang lebih murah daripada mobil Eropa.

"Hasil wawancara ini menampar paradigma yang ada, bahwa orang kaya punya
gaya hidup yang tidak bagus. Sementara, mereka yang fokus pada gaya
hidup, terlihat kaya namun berutang, korupsi, dan memiliki utang kartu
kredit. Sebaliknya, orang kaya memiliki gaya biasa saja namun memiliki
banyak properti dan berbagai bisnis," jelas Bong.

Kasus yang terjadi pada Melinda dan Selly, kata Bong, menjadi
pembelajaran bagi semua orang yang punya kelemahan yang sama. Karenanya,
tugas anak muda di antaranya belajar menunda kesenangan dan jangan
terjebak di dalamnya, tegas Bong.

"Kejarlah penderitaan sementara dan tunda kesenangan. Kita harus fokus
dengan hasil akhir sambil menikmati proses, tetapi jangan fokus pada
proses. Misalnya, tak harus mengganti motor ke mobil, tak apa menderita
sementara, asalkan cicilan properti terbayarkan. Berhemat dua tahun,
misalnya, dengan masih berkendara motor tetapi di sisi lain properti
terbayarkan," Bong menyontohkan.

Agar menikmati proses, sesulit apapun kondisinya, seseorang perlu
melihat proses tersebut sebagai cara bertumbuh sebagai manusia.

"Saat Anda merasa tak nyaman dengan suatu kondisi, itulah saatnya Anda
bertumbuh sebagai manusia. Ketidaknyamanan sama dengan pertumbuhan. Ini
caranya menikmati proses. Sementara kenyamanan membuat seseorang tidak
bertumbuh. Korupsi membuat sebagian orang nyaman namun ia tidak
bertumbuh," tandasnya.


Sumber:
http://female.kompas.com/read/2011/04/05/09562554/Ketika.Melinda.dan.Selly.Memilih.Jalan.Pintas