Laser, penemuan yang telah berumur 50 tahun dan digunakan dalam berbagai
alat, dari cakram padat sampai /pointer/, kini harus menghadapi
"antilaser", alat pertama yang mampu membatalkan dan menangkap sinar
laser. Penemuan antilaser ini kelak dapat diaplikasikan pada komputer
optik, yang memperoleh tenaga dari cahaya selain energi elektron.
?Ini adalah peralatan yang pada dasarnya bekerja seperti membuat laser
mundur,? kata A. Douglas Stone dari Yale University, yang
mempublikasikan temuannya dalam jurnal Science. Ketika sebuah laser
menerima energi listrik dan memancarkan cahaya dalam kisaran frekuensi
yang amat sempit, antilaser akan menyerap cahaya laser dan mengubahnya
menjadi energi panas. Energi panas ini dapat dengan mudah dikonversi
menjadi energi listrik.
Laser konvensional, yang ditemukan pada 1960, menggunakan "gain medium",
seperti material semikonduktor, untuk menghasilkan berkas gelombang
cahaya terpusat.
Alat buatan Stone ini menggunakan silikon sebagai sebuah penyerap
"medium yang hilang" yang menangkap gelombang cahaya, yang berlompatan
sampai mereka diubah menjadi panas. Meski teknologi ini terlihat hebat,
antilaser tidak akan pernah digunakan sebagai tameng laser. ?Ini adalah
sesuatu yang menyerap laser,? kata Stone. Jika ray gun dimaksudkan untuk
membunuh, itu akan membunuh Anda.?
Penggunaan alat ini yang paling jelas adalah untuk komputer dan
radiologi. ?Generasi baru komputer performa tinggi akan memiliki cip
hibrida,? ujarnya. Selain cip dengan transistor dan silikon, komputer
baru itu akan menggunakan energi listrik maupun cahaya.
Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/02/23/brk,20110223-315469,id.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar