anak-anak. Sebagai orang tua, sudah menjadi tugas Anda untuk memastikan
masa depan keuangan yang cerah bagi sang buah hati.
Sejumlah perilaku dan kebiasaan yang baik dalam mengelola uang,
sebaiknya ditanamkan sejak jauh-jauh hari, sehingga terbawa hingga anak
menginjak dunia dewasa nantinya. Nah, berikut ini adalah beberapa di
antaranya:
Alokasi
Sangat penting mengajarkan anak mencatat setiap rupiah yang mereka
keluarkan. Jean Chatzky, ahli keuangan yang menulis buku 'Not Your
Parents' Money Book: Making, Spending, and Saving Your Own Money,'
meminta dua putri remajanya untuk membayar sendiri biaya nonton,
camilan, video games, dan uang bensin dari uang saku bulanan mereka.
Uang saku yang diberikan pun jumlahnya tidak besar. Dengan demikian,
anak akan belajar memilah antara kebutuhan dan keinginan, serta mampu
menentukan prioritas.
Menabung
Selain tabungan dana darurat, anak juga harus diajarkan mempersiapkan
masa pensiun mereka kelak. Orang tua bisa mendorong anak untuk menabung
dan berinvestasi, dengan meminta anak menyisihkan sebagai dana dari uang
saku bulanan atau upah kerja paruh waktu mereka.
Menurut Chatzky, anak perlu merasakan pengalaman bekerja, seperti
memotong rumput atau mengasuh bayi. Dengan demikian, mereka akan tahu
betapa sulitnya mengumpulkan uang sehingga lebih menghargainya.
Hemat
Biasakan anak untuk hidup hemat dan tidak lebih besar pasak daripada
tiang. Berikan contoh dengan memperlihatkan padanya cara Anda berhemat,
misalnya membawa sendiri bekal makan siang dari rumah, memasak makanan
sendiri daripada memesan di restoran, dan lain sebagainya.
Anda juga bisa mengajak anak saat membayar tagihan listrik, air, dan
telepon, serta membiarkannya memperhatikan ketika Anda membuat anggaran
keuangan bulanan keluarga.
Antiutang
Ajarkan buah hati agar tidak membiasakan diri berutang untuk alasan apa
pun. Katakan pada anak, jika ia menginginkan sesuatu, maka ia harus
menabung untuk mendapatkannya.
Komparasi harga
Sejak kecil, ajarkan anak untuk membandingkan harga barang yang sama
dari satu toko ke toko lain. Misalnya ketika ia ingin membeli sepatu
atau tas sekolahnya. Selain itu, merupakan ide bagus meminta anak
membayar sebagian harga sepeda baru, video game, atau benda-benda lain
yang tidak esensial, agar ia lebih tahu cara menghargainya. (LI/OL-06))
Sumber:
© 2010 MediaIndonesia.com