Kamis, 12 Mei 2011

Enam Pemenang Nobel Bicara Blak-blakan

Enam pemenang Nobel Kimia, Fisika, dan Kedokteran bicara blak-blakan
tentang dunia mereka kepada lebih dari 1.500 anak muda yang tengah
berkompetisi dalam Intel International Science and Engineering Fair di
Los Angeles, Amerika Serikat, kemarin. Mereka bicara dari mulai riset
yang mereka tekuni, dunia sains, hal-hal yang disesali dan membuat
mereka bahagia, mimpi-mimpi yang belum tercapai, hingga puisi.

"Dunia pemenang Nobel seperti kami adalah dunia riset, dengan semua
jawaban atas semua pertanyaan mestilah memerlukan formula," kata
Dudley Herschbach, peraih Nobel Kimia pada 1986. "Nah, puisilah yang
mengembalikan kami kepada realitas bahwa seorang penemu tetaplah
manusia biasa."

Dalam diskusi panel yang diselenggarakan Intel Corp itu, Herschbach
dan lima peraih Nobel itu membangkitkan spirit bereksperimen para
peneliti muda, termasuk enam siswa dan mahasiswa dari Indonesia.
Mereka juga mengingatkan agar seluruh peserta kompetisi siap
menghadapi kegagalan. "Yang terpenting adalah terus berproses. Jangan
pernah takut berubah," ucap H. Robert Horvitz, pemenang Nobel Kimia
2002.

Herschbach dan Horvitz tampil bersama J. Michael Bishop, pemenang
Nobel Kedokteran 1989; Martin Chalfie, pemenang Nobel Kimia 2008;
Douglas Osheroff, pemenang Nobel Fisika 1996; dan Richard Roberts,
pemenang Nobel Kedokteran 1993. "Jangan pernah bayangkan dunia
pemenang Nobel selalu berada "di atas"," kata Bishop. "Ada rekan kami
yang telah dua tahun melakukan riset dan pada akhirnya menemui
kegagalan. Tapi, ia tetap tersenyum karena kegagalan itu ternyata
membuka jalan bagi munculnya ide baru," Horvitz, 64 tahun,
menambahkan.

Dalam dialog yang berlangsung di Los Angeles Convention Center selama
dua jam itu, mereka juga mengungkapkan kekaguman pada ilmuwan ternama
masing-masing. Herschbach memuja penemu teori relativitas Albert
Einstein, Osheroff mengagumi fisikawan Richard Feynman, Bishop bahkan
berangan-angan jika ia ditakdirkan hidup kembali, ia ingin melakukan
riset bersama Marie Curie. "Tapi, saya meminta Anda semua untuk tak
mendengarkan kami. Dengarkanlah suara dirimu sendiri dan suara
eksperimenmu, bukan suara orang lain yang kalian kagumi," kata
Chalfie, 64 tahun.

Alumnus Universitas Harvard yang kini menjadi profesor di bidang
neurobiologi di Universitas Columbia, New York, Amerika Serikat, itu
justru berangan-angan ia bisa melompat ke masa depan agar bisa
mengetahui seberapa bermanfaatnya riset-riset ilmuwan di masa kini
bagi kemanusiaan. "Jika ada yang harus disesali adalah mengapa
penemuan saya tidak datang lebih cepat sehingga seharusnya bisa
menyelamatkan lebih banyak orang," imbuh Horvitz, Profesor Biologi di
Massachusetts Institute of Technology yang meneliti seberapa besar
peran gen dalam mempengaruhi perilaku hewan.

Enam peraih Nobel itu menggarisbawahi tentang pentingnya setiap riset
bisa memberi sumbangan lebih baik bagi kehidupan manusia.
"Selamatkanlah lingkungan," ucap Horvitz.

Lantas hal apa yang membuat keenamnya merasa bahagia? Ternyata bukan
uang jutaan dolar yang mereka terima dari riset-riset berskala Nobel
atau menjadi orang terkenal di seluruh dunia. Hampir seluruh peraih
Nobel itu menyebut menikah dan memiliki anak adalah puncak kebahagiaan
yang mereka dapatkan. "Kalau saya, saya bahagia karena saya belum
mati," kata Richard Roberts yang seketika mengundang gelak tawa
peserta panel.

"Buat dia, hidup rupanya terasa lebih mudah," Bishop segera menyahut.
Hadirin pun kembali tertawa.

Intel International Science and Engineering Fair (ISEF) berlangsung
sejak Senin lalu dan akan berakhir Jumat mendatang. Peserta ISEF ke-17
itu akan berebut berbagai penghargaan yang seluruhnya mencapai lebih
dari US$ 100 ribu. Hadiah terbesar bernilai US$ 75 ribu untuk The
Gordon E. Moore Award. Moore adalah salah satu pendiri Intel CEO
pertama Intel.


Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2011/05/11/brk,20110511-333709,id.html

Selasa, 10 Mei 2011

Langkah Sederhana Bebas Jerawat

ADA noda atau jerawat yang muncul di wajah, leher, dada, punggung dan
bahu. Pendeknya, di mana kulit memiliki kelenjar minyak paling besar.
Hanya sedikit dari manusia yang kebal terhadap jerawat, padahal
kuncinya sederhana, bebaskan kulit dari paparan produk berbahan dasar
minyak.

1. Jangan membasuh berlebihan
Kulit kotor tidak menyebabkan jerawat atau noda sehingga terlalu
sering membasuh muka justru bukan solusi karena akan menyebabka kulit
teriritasi. Basuhlah wajah dengan air hangat 2 kali sehari dengan
sabun yang bebas minyak sehingga tidak akan menutup pori-pori dan
menyebabkan komedo.

2. Silakan makan pizza
Mitos tidak boleh makan makanan berminyak atau cokelat favorit Anda
adalah tidak benar. Jerawat terjadi ketika pori-poti tertutup oleh
minyak, sel kulit dan bakteri yang menyebabkan peradangan.

3. Minumlah air putih
Jangan hindari air putih untuk menjaga kulit Anda terhidrasi dengan
baik. Selain itu pilihlah makanan sehat seperti buah dan sayuran segar
yang kaya vitamin A dan E. Dua vitamin ini sangat diperlukan untuk
membuat kulit Anda tetap sehat. Sebagai rekomendasi, pilihlah bayam
dan brokoli kaya akan vitamin E. Semenatara vitamin A bisa Anda
ditemukan dalam buah-buahan berwarna dan sayuran seperti wortel,
melon, persik, dan paprika.

4. Jangan gunakan kosmetik berat
Hindari kosmetik berbahan dasar minyak. Pilihlah kosmetik berbahan
dasar air, terutama untuk krim alas bedak.

5. Bersihkan make-up
Tidak peduli seberapa lelahnya Anda setelah menghadiri pesta dan
tentunya Anda perlu berdandan sehingga tampil cantik, hapuslah make-up
yang menempel. Jangan biarkan pori-pori tersumbat di saat tidur Anda
yang memerlukan waktu relatif lama. Kulit Anda perlu diberi kesempatan
untuk bernapas.

6. Jangan berjemur dan tanning
Jangan berjemur, ini hanyalah mitos bahwa kulit Anda akan terlapisi.
Faktanya sinar ultraviolet justru menempatkan kulit berisiko mengalami
kanker.

7. Jangan gunakan produk berminyak untuk rambut
Produk minyak rambut berbahan dasar minyak akan menyumbat pori-pori
Anda. Rambut yang mengandung minyak dan kemudian menjuntai ke wajah
akan memperparah jerawat Anda. Sebaiknya, tarik rambut panjang Anda
sehingga kotoran dari rambut tidak memblokir pori-pori yang
menyebabkan jerawat.

8. Jangan menyentuh wajah
Menyentuh atau menggosok wajah Anda dapat memperburuk jerawat. Jangan
pula menutup wajah Anda dengan tangan. Hal lain jaga ponsel pembawa
membawa minyak dan kuman Anda agar tidak menyentuh wajah.
Rajin-rajinlah mencuci tangan agar bebas dari kuman. (Eno/OL-05)

Sumber:
http://m.mediaindonesia.com/index.php/micom/sehat_read/2011/05/10/4039/4/Langkah_Sederhana_Bebas_Jerawat

Senin, 09 Mei 2011

7 TIPS BEKERJA MENURUT AMSAL SALOMO DALAM ALKITAB

1. Andalkan Tuhan
Amsal 3:5-6 berkata, "Percayalah kepada Tuhan dengan segenap
hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah
Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Sertakan Tuhan di dalam segenap pekerjaanmu karena banyak yang harus
kita kerjakan tetapi tidak diajarkan di bangku sekolah dan banyak yang
terjadi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

2. Carilah Pengetahuan
Amsal 19:2 berkata, "Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik ;
orang yang tergesa-gesa akan salah langkah".

Ilmu pengetahuan, cara bekerja yang benar & efisien perlu kita cari.
Jangan sungkan belajar dan meminta petunjuk jika tidak mengerti.

Amsal 19:20 berkata, "Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan,
supaya engkau menjadi bijak di masa depan."

3. Rajin dan Cekatan
Hanya orang rajin dan cekatan yang akan diingat oleh pimpinannya,
terutama waktu menetapkan promosi jabatan & kenaikan gaji.

Amsal 10:4 berkata, "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi
tangan orang rajin menjadikan kaya".

Amsal 14:23 berkata, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi
kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja."

4. Berlakulah Jujur dan Benar
Amsal 16:8 berkata, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai
kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan".

Amsal 10:9 berkata, "Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi
siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui".

Amsal 10:16, "Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan,
penghasilan orang fasik membawa kepada dosa."

5. Jaga Mulut
Mengerjakan tugas-tugas adalah suatu pekerjaan yang berat, jangan
Ditambahi lagi dengan masalah lain karena mulut kita yang bocor.

Amsal 21:23 berkata, "Siapa yang memelihara mulut dan lidahnya,
memelihara diri daripada kesukaran".

Amsal 10:19 berkata, "Di dalam banyak bicara pasti ada
pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi."

6. Sabar dan Tenang
Amsal 16:32 berkata, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,
orang yang menguasai dirinya, melebihi orang merebut kota".

Amsal 14:30 menambahkan, "Hati yang tenang menyegarkan tubuh,
tetapi iri hati membusukkan tulang."

7. Jangan Ingin Cepat Kaya
Menjadi kaya adalah impian kebanyakan orang dan sah-sah saja. Yang
harus diperhatikan adalah :
(1) Menjadi kaya, bukanlah tujuan utama di dalam hidup ini;
(2) Ingin cepat kaya seringkali menjebak orang-orang ke dalam
perbuatan yang berdosa;
(3) Menikmati hidup lebih penting dari menjadi kaya tetapi mempunyai
banyak masalah.

Amsal 10:22, "Berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya, susah payah
tidak akan menambahinya,"

Amsal 13:11, "Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa
mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya."


Sumber:
Oleh: JongarHian, 23/09/2008.
http://id.shvoong.com/books/dictionary/1840990-tips-bekerja-menurut-amsal-salomo/

Jumat, 06 Mei 2011

NASA Buktikan Teori Relativitas Einstein

"Saat bumi berotasi, madu di sekitarnya membentuk pusaran, begitu pula
ruang dan waktu."


Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA,
berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein
dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52
tahun yang lalu.

Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk
mempelajari dua asumsi Einstein. /Pertama/, mengenai efek geodesi,
atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. /Kedua/,
asumsi mengenai /frame-dragging/, yang menjelaskan jumlah struktur
ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.

"Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu," kata
Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama
GP-B. "Ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran
yang mengikuti (/swirl/), begitu pula dengan ruang dan waktu,"
demikian analogi Everitt.

Gravity Probe-B menggunakan empat /gyroscope /(pengukur orientasi)
dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa
gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi
dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk
menciptakan presisi yang netral.

Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka
/gyroscope/ GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada
di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, /gyroscopes /memiliki
perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.

"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori
yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan
pengamat di Markas Nasa di Washington.

"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum
akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah
dilakukan GP-B," lanjut Danchi.

Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah
terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.

Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini
telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa
mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan
magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan
/gyroscope/ NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah
didesain dan diproduksi.


http://teknologi.vivanews.com/news/read/218838-nasa-buktikan-teori-relativitas-einstein

Koper Ringan Berkekuatan Ekstrem Hadir di Indonesia

Bagi /traveler/, koper berdaya tahan tinggi dan berbobot
ringan menjadi kebutuhan. Pasalnya, petualang sejati cenderung menantang
dirinya bereksplorasi saat melakukan perjalanan. Koper punya andil dalam
menunjang perjalanan para /traveler/ untuk mengatasi berbagai tantangan
di lapangan.

Kebutuhan inilah yang melatari produsen koper asal Amerika Serikat dalam
merancang perlengkapan dan aksesori perjalanan, termasuk saat
menciptakan Cosmolite, koper ringan dengan kemampuan tinggi dalam
menahan benturan yang dirilis resmi pada 2008 silam. Pada 2011,
Samsonite resmi menghadirkan koper unggul ini di Indonesia. Penggemar
Samsonite di Indonesia perlu menunggu giliran selama tiga tahun untuk
menikmati keunggulan koper ini. Rupanya, Cosmolite selalu laris terjual
di pasar Eropa dan beberapa negara lainnya. Kini, produksi Cosmolite
mampu memenuhi kebutuhan pasar seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Memperingati 100 tahun Samsonite pada 2011, pemimpin pasar dunia dalam
perlengkapan dan aksesori perjalanan ini juga menghadirkan kampanye
iklan terpadu Cosmolite di Indonesia selama enam minggu, mulai 6 Mei
2011, melalui berbagai media. Misinya, Samsonite ingin menegaskan
keunggulan Cosmolite kepada pasar dan penggemar setianya di Indonesia.
Empat sosok inspiratif dari Indonesia juga dipilih mewakili pelanggan
setia Samsonite yang mencintai tantangan bertualang dalam perjalanan.
Mereka adalah Mira Lesmana, Susan Bachtiar, Erwin Parengkuan, dan Rene
Suhardono.

"Empat sosok ini adalah /traveler/, pelanggan setia yang berkarakter
kuat. Mereka sosok inspiratif, aktif, dan tahu apa yang mereka mau,"
jelas Ratih D Gianda, Commercial Head Samsonite Indonesia, kepada
/Kompas Female/ di sela peluncuran Cosmolite di Blowfish, Jakarta, Rabu
(4/5/2011).

Cosmolite dirancang dengan teknologi Curv, material berperforma prima.
Teknologi ini menciptakan produk dengan kekokohan ekstrem, memiliki
fleksibilitas tinggi. Dengan kekuatan ekstra tetapi berbobot ringan,
Cosmolite menjadi solusi /traveling/ bagi para petualang. Tak ayal, moto
barunya juga menonjolkan karakter petualang sejati, yaitu bahwa hidup
merupakan sebuah perjalanan.

"Koper ini terbuat dari bahan yang kuat, material Curv yang juga
digunakan saat membuat jaket rompi antipeluru. Fitur utamanya, koper ini
ringan, namun berdaya tahan tinggi. Fleksibel, namun tidak rapuh," imbuh
Ratih.

Uji coba kekuatan koper dari Samsonite menunjukkan tingkat daya tahan
produk ini. Saat koper ini mengalami benturan keras, bagian permukaan
koper ini akan berubah dengan fleksibel dan kembali ke bentuk semula
tanpa tergores. Kekuatan ekstrem dan tingkat fleksibilitas tinggi ini
juga teruji saat pembuatan iklan komersial teranyar yang dilakukan di
Australia. Uji benturan dilakukan dengan cara bagian depan sebuah mobil
yang berjalan pada kecepatan 40 km per jam menabrak Cosmolite. Setelah
mengalami benturan keras, Cosmolite terlihat seperti remuk, tetapi tak
rusak dan tak hancur. Koper yang ditabrak mobil ini justru fleksibel,
kembali ke bentuk semula, tanpa ada goresan sedikit pun.

Koper ini menegaskan kekuatannya dan mampu melindungi barang berharga
yang disimpan pengguna di dalamnya. Perlindungan ekstra juga diberikan
dengan tepi bagian penutup berbentuk kerang. Desain pada bagian penutup
ini berfungsi secara efektif menyerap dan menyebarkan tekanan. Koper
kabin ini berukuran 55 cm dan berbobot 2,2 kilogram.

Kecanggihan Cosmolite membuatnya dinobatkan sebagai produk "Best of the
Best 2010" dalam ajang bergengsi Red Dot Design 2010 di Aalto Theatre,
Essen, Jerman. Juri internasional yang menyumbang suara untuk penobatan
ini berasal dari kalangan profesional, seperti desainer, guru desain,
dan profesor, dari berbagai institusi dan asosiasi internasional.


Sumber:
http://www.samsonite.co.id
http://female.kompas.com/read/2011/05/04/23353210/Koper.Ringan.Berkekuatan.Ekstrem.Hadir.di.Indonesia

Menanti Telepon Pintar Setipis Kertas

Tapi ukuran itu menurut sejumlah ahli dunia masih dianggap besar. Para
peneliti dari Arizona State University, Queen's University, dan Amazon
Kindle 2 creators Ink Corporation, bertekad mengembangkan smartpone
seukuran kertas.

"Ini yang pertama di dunia,"kata Roel Vertegaal Kamis, 5 Mei 2011.
Menurut Roel, pengembangan yang dirintis di Amerika itu baru bisa
menuai hasil dalam jangka waktu 5-10 tahun mendatang.

'Paperphone' begitulah alat itu dinamai dan akan diumumkan dalam ajang
Association of Computing Machinery's CHI 2011 di Vancouver, Kanada.

Keunggulan teknologi ini, kata Roel, tidak mudah rusak. Layaknya
kertas para pengguna bisa dengan mudah mencatat dan menggunakan alat
ini sesukanya. Mereka tidak perlu khawatir jugaa kehilangan
fitur-fitur menarik. "Teknologi ini akan mengubah segalanya,"katanya.


Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/05/06/brk,20110506-332556,id.html

Kamis, 05 Mei 2011

Kurikulum HaKI dan Tren Plagiat Skripsi

Plagiarisme, mencontek, mencuri, atau menggunakan karya orang lain
tanpa izin semakin marak dilakukan, khususnya dalam pembuatan skripsi
di kalangan mahasiswa. Maraknya plagiat skripsi sebenarnya bisa
disiasati atau bahkan ditekan dengan cara memberikan pemahaman dan
sosialisasi mengenai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) secara
mendalam dan khusus.

Kebanyakan perguruan tinggi mulai longgar pengawasannya. Jangan kaget,
skripsi dibuatkan oleh lembaga lain, tidak merupakan karya mahasiswa
sendiri, itu merupakan hal umum.
-- Donny A Sheyoputra

Donny A. Sheyoputra, Manager Business Software Alliance (BSA)
Indonesia, menyayangkan longgarnya pengawasan perguruan tinggi dalam
mengawasi praktek plagiarisme. Untuk itu, perguruan tinggi perlu
menyiasati kelonggaran tersebut dengan memasukkan secara khusus
kurikulum HaKI pada setiap program studi (prodi).

"Kenapa HaKI tidak dijadikan mata kuliah HaKI di semua prodi di semua
fakultas, ini supaya semua sadar. Sayangnya, kebanyakan perguruan
tinggi sudah mulai longgar pengawasannya untuk hal-hal demikian.
Jangan kaget, skripsi dibuatkan oleh lembaga lain, tidak merupakan
karya mahasiswa itu sendiri, itu sudah merupakan hal yang umum.
Pemberian kurikulum HaKI harus digalakkan dan lebih banyak lagi," ujar
Donny, saat menjadi pembicara talk show bertema "Pemanfaatan Hak atas
Kekayaan Intelektual (HaKI) melalui Pemuda", Kamis (5/5/2011), di
Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Donny menjelaskan, mulai sejak dini mata kuliah HaKI seyogianya lebih
intensif digalakkan. Hanya, kurikulumnya tidak bersifat teori karena
akan membuat mahasiswa menjadi bosan. Ia menyarakankan, perguruan
tinggi harus sering menghadirkan praktisi-praktisi yang memberikan
pengalamannya agar para mahasiswa semakin "melek" dan terbuka
pikirannya.

"Karena plagiarisme jelas berhubungan dengan pendidikan karakter yang
memiliki peran penting dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Inilah
yang hendaknya disadari oleh mahasiswa, selain berkaitan dengan
karakter kebangsaan, semua ini juga ada aspek hukumnya," ujar Donny.

"Ancaman pidananya diatur dalam Undang-undang Hak Cipta, pasal 72,
maksimal tujuh tahun penjara dan minimal satu bulan penjara. Ancaman
denda, bisa mencapai Rp 1 miliar, minimalnya Rp 10 juta," ujar Donny.


Sumber:
http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/05/16570257/Kurikulum.HaKI.dan.Tren.Plagiat.Skripsi

Inilah Alasan Anak Harus Stop Main Facebook

Demam jejaring sosial /Facebook/ saat ini memang bukan hanya melanda
orang dewasa saja. Tak jarang kita jumpai, anak-anak yang masih duduk
di bangku sekolah dasar (SD) pun sudah sangat paham dalam menggunakan
situs pertemanan di dunia maya tersebut.

Melihat fenomena ini, psikolog anak Dra. Rose Mini, M.Si mengaku
prihatin. Ia menilai /Facebook /sebenarnya bukanlah untuk konsumsi
anak-anak. Pasalnya, ada ketentuan-ketentuan tertentu yang tidak
memperbolehkan seorang anak mengakses situs yang sangat populer
tersebut.

"Facebook bukan konsumsi anak SD. Dalam ketentuan,/Facebook/ itu harus
17 tahun ke atas," tegas wanita yang akrab di panggil Bunda Romi, saat
ditemui dalam seminar, 'Aku Anak Sehat' di Jakarta Kamis, (5/4/2011).

Dia juga menyayangkan, banyak para orang tua yang justru membuat akun
/Facebook /untuk anak mereka. "Saya heran kenapa orang tua /ijinin/.
Sebenarnya /nggak pake/ /Facebook/ bisa hidup kok," lanjutnya.

Menurut Rose, seorang anak di usianya yang masih sangat belia
seharusnya mendapatkan pengajaran dan pengalaman bagaimana caranya
berteman dalam bentuk nyata. Bukannya malah berteman dalam dunia maya.

"Si anak harus belajar bagaimana bisa mengambil hati temannya,
berinteraksi dengan teman, itu harus dipelajari dalam bentuk nyata,
nggak bisa dalam dunia maya," tambahnya.

Bunda Romi mengungkapkan, salah satu alasan mengapa dirinya melarang
anak-anak menggunakan Facebook adalah karena kondisi jiwa anak yang
belum stabil terutama dalam mengontrol /statment/ (pernyataan).

Dalam /Facebook,/ setiap ungkapan baik berupa status atau pun pesan
dapat disampaikan melalui teks atau pun gambar secara bebas, sehingga
rentan menimbulkan kesalahpahaman. Komentar atau pun pernyataan sangat
berpotensi memicu konflik dan memengaruhi kejiwaan anak.

"Ada beberapa kasus, ini anak mencela temannya, si anak yang dicela
sakit hati lalu mengadu ke orang tuanya. Akhirnya perang di Facebook.
Tapi bukan anak lagi yang perang, tapi orangtua sama orang tua," jelas
wanita yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas
tinggi negeri di Jakarta tersebut.

Lebih lanjut, Romi mengingatkan, apa yang dikonsumsi untuk khalayak
umum atau publik harus ada batasannya. Oleh sebab itu, dia mengimbau
agar anak-anak yang belum menginjak usia 17 tahun untuk tidak
menggunakan fasilitas jejaring sosial.

Sumber:
http://health.kompas.com/index.php/read/2011/05/05/15451975/Inilah.Alasan.Anak.Harus.Stop.Main.Facebook