Kamis, 07 April 2011

Ini Linux atau GNU/Linux?

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata Linux? Apakah sebuah
sistem operasi yang komplit dan siap digunakan seperti halnya Windows
atau Mac OS? Atau hanya sebuah bagian kecil dari sistem yang tak dapat
berjalan dengan sendirinya? Saya berani bertaruh sebagian besar akan
menjawab yang pertama. Well, sayangnya Anda salah.

Sistem operasi yang Anda sebut Linux sebenarnya adalah bukan (hanya)
sekedar Linux melainkan GNU/ Linux ?setidaknya itu yang dikatakan Free
Software Foundation yang dipimpin Richard Stallman. Kenapa bisa begitu?

Sistem operasi GNU ?selanjutnya akan saya sebut GNU? yang bermula dari
sebuah proyek bernama GNU Project adalah sebuah software sistem bersifat
free yang lengkap dan kompatibel dengan Unix. Free di sini bukan berarti
gratis seperti dalam ?makan siang gratis? melainkan berarti bebas
seperti dalam ?bebas berpendapat.? Saya akan menjelaskan tentang free
software di lain waktu.

GNU Project merupakan sebuah proyek yang diprakarsai oleh Richard
Stallman di kampus MIT (Massachusetts Institute of Technology), tempat
dimana Stallman bekerja, yang dimulai pengerjaannya sejak 1984. Cakupan
GNU adalah kernel dan software pendukung seperti teks editor, shell,
kompiler C, assembler, dan lain sebagainya sehingga menjadi satu
kesatuan sistem operasi yang utuh.

Dengan tim yang bekerja secara sukarela dan mengerjakan bagiannya
masing-masing, komponen software pendukung sistem operasi pun telah siap
digunakan. Sayangnya software-software yang telah diintegrasikan dalam
sistem GNU ini tidak dapat berjalan karena kernel yang dibuat dan diberi
nama GNU Hard tidak siap untuk digunakan.

Secara kebetulan, setahun sebelum sistem GNU siap digunakan seorang
mahasiswa di Universitas Helsinki berhasil membuat kernel mirip Unix
yang bagus dan telah digunakan oleh banyak programmer. Kernel yang
dibuat Linus Torvalds ini bernama Linux. Dari kolaborasi sistem GNU dan
kernel Linux ini terbentuklah sistem operasi yang sempurna yaitu GNU/Linux.

Dari GNU/Linux ini kemudian muncul berbagai varian yang disebut distro
seperti Slackware, Debian, Red Hat dan lain sebagainya dan telah
digunakan di berbagai penjuru dunia. Distro-distro inilah yang saat ini
lebih dikenal dengan sebutan Linux.

Sebenarnya, apakah itu kernel? Bayangkan sebuah jembatan yang
menghubungkan satu sisi lembah dengan sisi lembah lainnya. Itulah
gambaran mudah sebuah kernel. Kernel merupakan sebuah penghubung yang
sekaligus mengatur sumber daya mesin, dalam hal ini komputer, sehingga
komputer mampu menjalankan program-program lain. Sama seperti halnya
sistem GNU, kernel pun tidak mampu berjalan sendirian tanpa software
lain. Kernel Linux bukanlah sistem operasi.

Sampai saat ini, penyebutan GNU/Linux masih menjadi kontroversi. Jika
dihitung jumlah komponen maupun library GNU memang lebih dibandingkan
dengan Linux seperti yang ada dalam Red Hat. Dari sini, beberapa orang
mengatakan bahwa Stallman iri karena dia bekerja lebih banyak di GNU dan
Linus Torvalds menikmati kejayaan dengan hanya menulis kernel yang tak
seberapa.

Meskipun demikian, komponen atau library sistem GNU ternyata hanya ada
di distro-distro yang lebih dikenal dengan Linux tersebut. Tidak satupun
dari komponen maupun library GNU yang ditemukan dalam Android karena
Google telah mengganti dengan komponen atau library yang dikembangkan
sendiri.

Apapun sebutan yang Anda berikan, baik Linux maupun GNU/Linux, adalah
sah-sah saja selama Anda mengerti apa yang Anda maksudkan dan tetap
mengembalikan credit kepada pengembang. Saya sendiri kadang menyebut
GNU/Linux dan kadang Linux saja.

Meminjam kalimat Jim Gettys, salah satu perintis dan pengembang X Window
System: There are lots of people on this bus; I don't hear a clamor of
support that GNU is more essential than many of the other components;
can't take a wheel away, and end up with a functional vehicle, or an
engine, or the seats. I recommend you be happy we have a bus.

Mari menikmati bus dan perjalanan ini sambil mendengarkan lagu *The Gnu
Song* <http://%20www.youtube.com/watch?v=cGVdCGxh1IY&feature=related>
yang dibawakan oleh Flanders dan Swann!

Sumber:
Saiful Muhajir *Tentang Penulis: */Ahmad Saiful Muhajir adalah penggiat
dan pemerhati Open Source yang sebelumnya aktif di Jawa Tengah Open
Source Center. Ia dapat dihubungi di http://saifulmuhajir.me atau
melalui Twitter di akun @saifulmuhajir
http://www.detikinet.com/read/2011/04/07/154257/1611046/398/ini-linux-atau-gnu-linux

Tidak ada komentar:

Posting Komentar