melaporkan penemuan ekses pada sebuah eksperimen yang diduga sebagai
partikel elementer baru dalam dunia fisika. Sebagian pihak menilai
partikel elementer tersebut adalah mata rantai yang hilang atau dikenal
sebagai partikel tuhan.
Teoretikawan Fermilab, Christoper Hill, kebingungan menyikapi penemuan
ini. "Tak ada yang mengetahui ini benda apa," kata Hill. Menurut dia,
temuan ini menjadi yang paling signifikan dalam setengah abad terakhir
jika ekses terjadi lagi pada eksperimen berikutnya.
Beberapa ilmuwan menilai ekses ini sebagai bukti kehadiran partikel
tuhan. Partikel yang biasa dikenal sebagai Higgs Boson ini telah lama
dicari fisikawan sebagai kunci terakhir teori partikel karena bisa
menjelaskan kehadiran massa pada benda.
Teoretikawan Fermilab lainnya, Dan Hooper, sedikit meragukan kemunculan
partikel tuhan pada eksperimen ini. Menurut dia, ekses yang ditemukan
terlalu berat sehingga tak sesuai dengan prediksi fisikawan. Selain itu,
partikel tuhan seharusnya tak berinteraksi banyak dengan partikel lainnya.
Hooper menilai penjelasan bagi ekses pada eksperimen ini tak memerlukan
partikel elementer baru. Menurut dia, ekses muncul karena ada hal yang
belum dimengerti fisikawan.
Eksperimen yang dilakukan di Fermilab berupa menabrakkan proton dan
antiproton pada tingkat energi mencapai 1 triliun elektronvolt. Setelah
tabrakan terjadi, partikel akan terpecah menjadi partikel-partikel yang
lebih kecil atau biasa disebut partikel elementer yang terdiri atas
kuark, lepton, dan gauge boson. Partikel elementer inilah yang menyusun
inti atom dan elektron pada atom.
Ketika fisikawan memperhatikan hasil tabrakan pada rentang energi
120-160 miliar elektronvolt, terdapat kejadian yang tak pernah
diprediksikan sebelumnya atau disebut ekses. Atas dasar inilah fisikawan
memperkirakan munculnya partikel tuhan pada eksperimen ini.
Penjelasan atas ekses pada eksperimen ini belum final. Fisikawan masih
menunggu hasil percobaan lain menggunakan mesin Tevatron.
Sumber:
http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/04/07/brk,20110407-325781,id.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar