Selasa, 08 Maret 2011

Peneliti UI Ciptakan Charger Ponsel Nirkabel

Peneliti dari Universitas Indonesia belum lama ini berhasil menemukan
cara baru dalam melakukan transfer energi listrik melalui media nirkabel
(tanpa kabel).

Salah satu aplikasi dari teknologi transfer energi listrik nirkabel ini
nantinya bisa diterapkan untuk pengisian baterai ponsel melalui udara
alias tanpa melalui kabel.

"Penelitian ini telah kami laksanakan sejak tahun 2009 hingga sekarang,"
ujar Dr Ing Eko Adhi Setiawan, dosen dan peneliti dari Departemen Teknik
Elektro Universitas Indonesia melalui surat elektronik, kepada
/VIVAnews.com/, akhir pekan lalu.

Selama ini, vendor ponsel asal Amerika Serikat Palm telah
mengaplikasikan prinsip serupa pada produk ponsel pintar mereka, Palm Pre.

Baterai ponsel pintar ini bisa diisi dengan hanya menaruh ponsel ini
dengan sebuah dok pengecas tanpa kabel bernama TouchStone.

Namun, penelitian Eko dan timnya telah berhasil mengaplikasikan
pengisian baterai ponsel melalui berbagai media tanpa kabel, seperti
melalui udara, air, bahkan dinding beton hingga jarak 60 cm.

Sebelumnya, untuk pembuktian konsep ini, Eko sempat membuat alat
transfer listrik yang bisa menembus air dan beton.

Alat ini sendiri secara garis besar terdiri dari empat komponen, yakni
rangkaian pemancar listrik, antena pemancar (transmitter), antena
penerima (receiver), dan rangkaian penerima, yang dipasangi dengan lampu
pijar.

Anehnya, alat transfer listrik ini bisa menembus air akuarium, tanpa
melukai ikan. Padahal, seperti diketahui, air adalah salah satu
konduktor. Dan secara teoritis, arus yang mengalir pada antena pemancar
itu sudah cukup untuk menyetrum ikan-ikan di akuarium hingga mati.
Namun, hal ini tidak terjadi.

Metode transfer listrik ini sendiri menggunakan prinsip resonansi
frekuensi elektromagnetik. Eko menganalogikan sebuah garpu tala yang
bila dibunyikan bakal membuat garpu tala lain dalam jarak tertentu turut
berbunyi.

Fenomena resonansi frekuensi serupa ini, kata Eko, juga terjadi saat
sebuah antena pemancar (transmitter) dialiri arus listrik. Antena itu
akan menghasilkan medan magnet pada frekuensi tertentu dan membuat
antena penerima mengalami medan magnet yang sama, sehingga bisa
menghasilkan arus listrik di sisi penerima.

Prinsip ini, kata Eko, tak hanya bisa diterapkan untuk pengisian baterai
ponsel secara nirkabel, melainkan juga bisa diaplikasikan untuk transfer
listrik untuk semua peralatan elektronik berdaya kecil, meliputi radio,
televisi, lampu, laptop, pemutar musik, dan gadget-gadget lain.

Tim peneliti UI pembuat alat pengecas baterai ponsel nirkabel

Oleh karenanya, ke depan, Eko menjelaskan, ia tengah mengembangkan alat
ini untuk bisa diaplikasikan pada ponsel atau laptop, sehingga pengguna
ponsel dan laptop itu bisa mengisi baterai gadgetnya di hotspot-hotspot
tertentu yang ditenagai oleh sel surya, yang berfungsi menyuplai listrik
secara nirkabel hingga radius 2 meter.

Maka, di sekitar hotspot ini, orang-orang bisa mengisi baterai ponsel
sambil menelepon, atau mengerjakan tugas di laptopnya berjam-jam tanpa
perlu takut tak kebagian colokan listrik. "Dengan alat ini, keberadaan
kabel tidak lagi dibutuhkan," kata Eko.

Hingga kini, Eko dan timnya melakukan penelitian ini secara mandiri,
tanpa bantuan dari lembaga manapun. Namun Eko yakin, teknologi ini
sangat potensial memberi manfaat yang sangat besar, karena aman, praktis
dan bisa diterapkan di hampir seluruh peralatan elektronik.


Sumber:
http://teknologi.vivanews.com/news/read/208207-peneliti-ui-buat-pengecas-ponsel-nirkabel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar