di Milan, Italia.
Siapa yang bisa melupakan Mike Tyson, sang mantan juara tinju kelas
berat berjulukan "Si Leher Beton" yang sangat ditakuti pada masa
jayanya? Hidupnya yang kental dengan berbagai kekerasan, penjara, dan
obat-obatan terlarang telah banyak berubah. Tyson menemukan kembali
cinta sejatinya.
"Ini adalah sesuatu yang pertama kali saya cintai dalam hidup saya,
burung merpati. Mereka memberimu seluruh dirinya. Itu adalah hal
terhebat di dunia ini," ucap Tyson (44), yang mendapatkan kesempatan
baru untuk menampilkan sisi kemanusiaannya dalam tayangan serial yang
dibuat Animal Planet dengan judul Taking on Tyson.
Dalam tayangan dokumenter enam serial itu, ditunjukkan bagaimana seorang
Mike Tyson yang ditakuti itu tidak pernah bisa lepas dari cinta
sejatinya, yaitu kecintaannya kepada burung-burung merpati.
Merpati adalah bagian dari hidup Tyson sejak masih bocah. Gara-gara
merpati pula Tyson melepaskan tinju pertamanya, kepada seorang bocah
lain yang membunuh burung-burungnya dan melemparkan salah satu
bangkainya ke muka Tyson.
"Dia membunuh burung saya, dan (meninjunya) itu adalah sesuatu hal yang
benar untuk dilakukan," ujar Tyson, yang kemudian menemukan kekuatan
besar pada tangannya.
Kini Tyson menemukan kembali hobinya, bahkan meningkatkan hobinya ke
tingkat lebih tinggi, yaitu memelihara dan melatih merpati balap.
"Mereka berpotensi, tetapi Anda tidak akan benar-benar mengetahuinya
sampai melihat mereka beraksi. Sama seperti petinju di sasana," katanya.
Oleh karena itu, mengikutsertakan burung-burung peliharaannya pada
berbagai lomba merupakan hal yang wajib bagi Tyson. "Memelihara merpati
balap butuh kerja keras. Kalau kamu tidak membuat mereka bertanding, itu
ibarat olahraga bagi orang-orang gemuk," paparnya.
*Kilas balik kehidupan*
Tayangan enam seri yang dibuat Animal Planet tersebut juga mengungkap
kilas balik kehidupan Si Leher Beton, termasuk dari mana akar kekerasan
yang ada pada dirinya, pemerkosaan terhadap kontestan Miss Amerika,
Desiree Washington, yang membuat Tyson harus meringkuk di penjara selama
tiga tahun, pernikahannya dengan Robin Givens yang juga mengundang
kehebohan, serta kecanduannya pada obat-obat terlarang.
Meski penuh dengan peristiwa kelam, Tyson masih disambut di wilayah tua
Brooklyn, tempat dia dibesarkan setelah ditinggalkan ayahnya, sebagai
pahlawan. "Saya membenci kehidupan masa kecil saya. Namun, itulah
kenyataannya," ucap Tyson.
Mantan juara tinju sejati itu, yang kemudian masuk Islam dengan nama
baru Malik Abdul Aziz, sangat mengidolakan petinju legendaris Muhammad
Ali. Dia menekuni ibadah wajib dalam ajaran Islam secara
sungguh-sungguh, termasuk menunaikan ibadah umrah ke Mekkah.
Seperti Ali, dia juga bertekad kuat untuk menikmati hari-hari tuanya
dalam ketenangan dan kedamaian. Dan, tampaknya Tyson mulai menemukannya.
Bersama burung-burung merpatinya, Tyson terlihat sangat tenang dan
halus. Rekan-rekannya sesama penggemar merpati balap juga bisa bergaul
dengan Tyson tanpa rasa takut sama sekali. "Jika saya cukup beruntung
meninggal pada usia tua, saya mempunyai burung-burung itu," ujarnya.
Sumber:
http://cetak.kompas.com/read/2011/03/08/06475856/cinta.sejati.tyson...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar