Jumat, 16 April 2010

Pelajar Surabaya dan Cirebon Sabet Penulis Muda Indonesia 2009

DOK UNICEF
Dalam acara pemberian penghargaan Penulis Muda Indonesia 2009 di
Jakarta, Kamis (19/11), diisi juga diskusi tentang anak dan pemimpin
bangsa dengan anggota DPRD Nurul Arifin. Moderatornya adalah Alfida
Agyputri (paling kiri, pemenang lomba itu tahun 2008). Dua remaja
lainnya adalah Gabriella Tatia dari Cirebon dan Sri Andiani dari
Surabaya, pemenang Penulis Muda Indonesia 2009.
*TERKAIT:*

* Penulis Muda Belum Memperoleh Perhatian

<http://edukasi.kompas.com/read/2009/10/25/20515213/Penulis.Muda.Belum.Memperoleh.Perhatian.>

*JAKARTA, KOMPAS.com* - Sri Andiani, pelajar SMP Alam Insan Mulia
Surabaya, dan Gabriel Tatia, pelajar SMA Santa Maria Cirebon, menyabet
penghargaan Penulis Muda Indonesia 2009, Kamis (19/11). Lomba menulis
dengan tema Anak dan Pemimpin Bangsa itu, diikuti 1.528 penulis remaja
di bawah usia 18 tahun dari 33 provinsi di Indonesia.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan Lely Dujari dari UNICEF di Jakarta,
Kamis (19/11) siang, disebutkan, lomba tahunan ini diselenggarakan oleh
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), UNICEF,
dan YKAI, dengan sejumlah sponsor perusahaan swasta. "Lomba tahun 2009
ini adalah yang keenam kali. Karangan pemenang dan finalis akan
dibukukan," kata Lely.

Acara pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Hotel Le Meridien
Jakarta dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menandai 20
tahun peringatan Konvensi Hak-hak Anak. "Lomba ini sangat relevan dengan
itikad pemerintah untuk sedini mungkin melatih generasi kita turut serta
dan peduli dengan lingkungannya serta melatih mereka berekspresi cecara
jelas. Sebab, mereka lah akan dan dapat menjadi pemimpin bangsa yang
lebih baik di masa depan," kata Sri Pardiana Pudiastuti, Asisten Deputi
Kementerian PPPA.

Angela Kearney dari Perwakilan UNICEF di Indonesia, mengatakan, pihaknya
sangat bangga bahwa 20 tahun setelah dunia mengadopsi Konvensi PBB untuk
hak-hak anak, mereka turut pula dalam pemenuhan hak-hak tersebut,
terutama hak untuk didengar.

Karangan Sri Andiani yang memenangi lomba ini berjudul Sulitnya Mencari
Sekolah bagi Mereka. Karangan tersebut menceritakan bagaimana
keluarganya berjuang agar dirinya dapat sekolah. Dalam karangannya dia
mengutip pernyataan ibunya, "Dibutuhkan hanpir dua tahun untuk mencari
SD yang mau menerimamu." Sri adalah penyandang tuna rungu.

Sedangkan karangan Gabriella Tantia dengan judul Siluet memakai tokoh
fiktif bernama Panji Anggara untuk menceritakan seseorang calon anggota
DPRD yang secara rutin mendengarkan anggota konstituennya di desa.

Selain mendapat plakat dan sertifikat dari Kementerian PPPA dan UNICEF
Perwakilan Indonesia, Sri dan Gabriel masing-masing mendapat hadiah uang
Rp 5 juta dan berbagai hadiah barang dari para sponsor.

Sumber:
http://edukasi.kompas.com/read/2009/11/19/18293189/Pelajar.Surabaya.dan.Cirebon.Sabet.Penulis.Muda.Indonesia.2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar