Senin, 07 Maret 2011

Pentingnya Vaksinasi Hepatitis B

/Saya seorang guru perempuan di sebuah SMP swasta. Sekolah kami
melaksanakan tes hepatitis B bagi semua guru dan karyawan. Hasil tes
saya anti-Hbs Ag negatif dan anti-Hbs negatif. Saya termasuk yang
disarankan oleh dokter sekolah untuk menjalani vaksinasi hepatitis B.
Semua biaya tes dan vaksinasi ditanggung sekolah. Apa manfaatnya bagi
saya karena ternyata vaksinasi harus dilakukan tiga kali. Apakah jika
sudah menjalani vaksinasi saya dijamin tak tertular hepatitis B./

/ Saya akan menikah lima bulan lagi. Apakah vaksinasi akan memengaruhi
kemungkinan saya punya anak? Menurut teman-teman saya, sebaiknya calon
suami saya juga di tes, apakah benar anjuran tersebut? Setahu saya, di
negeri kita sudah dilaksanakan program vaksinasi hepatitis B kepada bayi
yang baru lahir. Kenapa orang dewasa seperti saya masih harus menjalani
vaksinasi. Kelompok apa saja yang disarankan untuk vaksinasi hepatitis
B. Terima kasih./

/ M di J/

Penyakit hepatitis virus banyak macamnya, tetapi yang penting kita
ketahui adalah hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Penularan
hepatitis A pada umumnya melalui makanan dan minuman. Kalau makan dan
minuman tercemar virus hepatitis A, mereka yang terinfeksi dapat menjadi
sakit, tetapi ada juga yang tak merasa sakit. Jika merasa sakit,
gejalanya biasanya adalah demam, rasa lemah, mual, dan mata kuning.

Acapkali gejala berat sehingga penderita harus dirawat di rumah sakit.
Sedangkan bagi mereka yang tak mengalami sakit, dapat diketahui telah
terpajan hepatitis A dari pemeriksaan laboratorium. Namun, penderita
yang mengalami sakit biasanya akan sembuh dan untungnya pada jenis
hepatitis A ini tidak ada bentuk kronik. Nah, jagalah kebersihan makanan
dan minuman di kantin sekolah.

Hepatitis B dan C menular melalui cairan tubuh sehingga penularannya
biasanya adalah dari ibu hepatitis B positif ke bayinya, melalui
hubungan seksual, transfusi darah, serta dalam risiko kecil juga dapat
menular melalui air ludah, pisau cukur, atau penggunaan alat tajam pada
tato. Namun, sebenarnya yang sekarang mengkhawatirkan adalah penularan
hepatitis B dan C melalui penggunaan jarum suntik bersama pada remaja
yang menggunakan narkoba suntikan. Biasanya penularan ini terjadi karena
penggunaan jarum secara bersama. Jika salah seorang dari mereka mengidap
hepatitis B atau C, virus tersebut (jangan lupa juga HIV) berisiko
menular pada yang memakai jarum suntik yang tercemar tersebut.

Pengguna narkoba suntikan yang berobat di RS Cipto Mangunkusumo sekitar
80 persen tertular hepatitis C dan sekitar 18 persen tertular hepatitis
B. Jadi, lebih banyak yang tertular hepatitis C. Kekerapan hepatitis A,
B, ataupun C di negeri kita masih tinggi. Paling kerap adalah hepatitis
A setelah itu hepatitis B dan C. Pengobatan hepatitis A sederhana,
terapi ditujukan untuk mengatasi gejala tak ada obat virus secara
khusus. Sedangkan obat untuk hepatitis B ditujukan untuk hepatitis B
kronik. Untunglah, hepatitis B yang menjadi kronik hanya sekitar 5
persen sampai 10 persen. Pengobatannya menggunakan obat suntikan
interferon atau obat antivirus yang diminum. Kedua macam obat di negeri
kita masih mahal.

Pada hepatitis C kekerapan yang menjadi kronik jauh lebih tinggi sekitar
80 persen. Terapi hepatitis C juga menggunakan suntikan interferon yang
mahal itu. Lama penggunaan 6 bulan sampai 12 bulan. Biayanya dapat
mencapai sekitar Rp 100 juta. Sekarang juga sedang dalam penelitian obat
hepatitis C bentuk tablet yang mudah-mudahan dapat menggantikan suntikan
interferon atau mengurangi jumlah suntikan interferon. Namun, kita masih
harus menunggu sekitar 3 sampai 5 tahun lagi. Karena itu, upaya
pencegahan penyakit hepatitis amatlah penting.

*Pencegahan*

Pencegahan hepatitis A dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan dan
minuman kita agar tak tercemar virus hepatitis A. Selain itu, perilaku
anal seks, misalnya, juga dapat menularkan hepatitis A. Sedangkan untuk
hepatitis B, selain menjaga kebersihan, penggunaan jarum dan alat
kedokteran lain harus dijaga agar tak tercemar hepatitis B. Alat suntik
yang digunakan harus sekali pakai, sedangkan alat kedoketran lain jika
harus dipakai ulang perlu disterilkan lebih dahulu. Nah, untuk hepatitis
A ataupun B sudah ada vaksinnya, tetapi vaksin hepatitis C masih dalam
penelitian. Kita tunggu saja.

Melihat hasil tes Anda, tampaknya Anda belum terpajan virus hepatitis B
(HbsAg negatif), tetapi juga belum punya kekebalan (anti-HBs negatif)
sehingga memang dianjurkan untuk vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi memang
tak dapat 100 persen menjamin orang tak tertular, tetapi daya lindung
vaksin hepatitis A ataupun B cukup tinggi untuk mencegah penularan.

Vaksin hepatitis B tak berdampak buruk pada risiko kesuburan, bahkan
vaksin ini dapat mencegah penularan dari ibu hamil ke bayinya. Jadi,
amatlah baik jika Anda divaksinasi. Di negeri kita memang telah
dilaksanakan program vaksinasi hepatitis B pada bayi baru lahir sejak
tahun 1997. Bayi yang baru lahir secepatnya (kalau mungkin sewaktu umur
satu hari) telah diberikan suntikan hepatitis B yang pertama, kemudian
akan dilanjutkan dengan suntikan kedua dan ketiga. Sedangkan bayi yang
lahir dari ibu positif hepatitis B, selain divaksin, juga harus
mendapatkan obat imunoglobulin hepatitis B.

Siapa saja yang dianjurkan untuk tes hepatitis B? Di antaranya ibu
hamil, penderita yang akan menjalani hemodialisa, mereka yang punya
riwayat menggunakan narkoba suntikan, mereka yang melakukan hubungan
homoseksual, petugas kesehatan, serta masyarakat umum yang belum pernah
menjalani vaksinasi hepatitis B. Jadi, calon suami Anda ada baiknya tes
juga jika belum pernah vaksinasi hepatitis B.

Tanggal 28 Juli 2011 ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pertama
kali akan menyelenggarakan hari hepatitis sedunia. Mari kita jadikan
tahun 2011 ini menjadi tahun untuk lebih peduli pada penanggulangan
hepatitis di negeri kita.


*Dr samsuridjal djauzi*
Sumber : Kompas Cetak
Editor: Lusia Kus Anna
http://health.kompas.com/index.php/read/2011/03/07/09574893/Pentingnya.Vaksinasi.Hepatitis.B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar