*Email:* y.purnamasari[at]xxx.com
Sate ayam Ponorogo memang terkenal akan rasanya yang manis gurih enak.
Potongan daging ayamnya khas tipis memanjang nyaris tanpa lemak. Namun
sate kambing dan gulai kambing Ponorogo juga tak kalah dahsyat, terutama
di warung nostalgia yang satu ini.
Kalau lebaran tiba hal yang paling dinanti dan saya rindukan adalah saat
pulang ke kampung halaman Ponorogo. Kecintaan kepada makanan khas
kampung halaman tersebut memang tidak bisa diobati dengan apapun.
Walaupun di Jakarta banyak sekali rumah makan yang menawarkan makanan
khas Ponorogo tersebut.
Ponorogo adalah sebuah kabupaten kecil di perbatasan Jawa Tengah dan
Jawa Timur. Mungkin namanya pernah didengar karena kesenian reog dari
Ponorogo sangat terkenal di dunia, sampai-sampai diklaim oleh Malaysia
sebagai kesenian miliknya. Selain kesenian, banyak sekali makanan khas
Ponorogo yang sudah terkenal seperti sate ayam Ponorogo atau es dawet
jabung yang segar rasanya.
Diantara banyaknya makanan lezat kota ini yang paling aku kangeni adalah
sate dan gulai kambing di sudut alun-alun kota Ponorogo yang terkenal.
Meski memang yang lebih diburu untuk oleh-oleh adalah sate ayam dengan
bumbu kacang yang manis gurih dibanding dengan sate kambingnya.
Untuk menebus kerinduan mencicipi sate Ponorogo, saya pun mendatangi
sebuah warung makan sate gulai kambing yang letaknya kira-kira 1 km dari
alun-alun pusat kota Ponorogo. Warung itu kecil sekali terhimpit oleh
bangunan rumah atau toko yang sudah direnovasi di samping kiri kanannya.
Hingga kini warung itu tak berubah, tetap sama kondisinya sejak saya
masih kecil.
Sate kambingnya yang empuk dengan bumbu kecap yang pas yang menjadi
nilai lebih di warung ini. Ditambah dengan gulai kambingnya yang pas
kental kuahnya dilengkapi dengan sambal kacang yang gurih. Sate
kambingnya begitu empuk, meskipun saya juga memesan sate tulang kambing
tetapi rasanya tetap empuk saat dikunyah. Mungkin karena kambing yang
dipakai adalah kambing muda, sehingga dagingnya empuk. Tak heran 20
tusuk sate rasanya masih sangat kurang.
Warung ini sangat laris sekali walau sangat tempatnya sangat sempit.
Apalagi kalau saat lebaran tiba seperti ini, pembeli pasti mengantri
seperti ular untuk mendapatkan tempat duduk. Kembali ke warung ini jadi
mengingatkan saya sewaktu kecil, kalau disuruh untuk membeli gulai
disini pasti saya harus mengantre sampai 3 jam. Fantastis memang karena
saking larisnya warung tersebut. Konon saat lebaran mereka bisa
menghabiskan 50 ekor kambing lebih per harinya.
Makanya kini setiap mudik saya sekeluarga selalu menyempatkan mampir di
warung ini. Kondisi warung yang tak berubah sampai bahkan si ibu
penjualnya masih tetap yang dulu. Rupanya ia tetap awet muda walau
usianya sudah 60 tahun lebih. Saya pun rela sabar mengantre untuk
mendapatkan sate gulai kambing yang dahsyat rasanya tersebut.
* ( dev / Odi ) *
Sumber:
http://www.detikfood.com/read/2010/09/22/124048/1445597/290/menebus-rindu-sate-ponorogo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar