*Jakarta* - Banyak dari mahasiswa dan pelajar diketahui kerap menjiplak
sumber artikel di internet secara mentah-mentah untuk tugas mereka.
Sebuah studi di Inggris bahkan menyebutkan, saat ini praktik plagiarisme
dari internet marak dilakukan para pelajar atau mahasiswa dan jumlahnya
terus meningkat. Hal ini bisa diketahui karena sejumlah sekolah dan
universitas di negara Ratu Elizabeth itu menggunakan sebuah software
komputer khusus untuk mendeteksi murid-murid yang menjiplak sebuah karya
dari internet.
Disitat* detikINET* dari Guardian, Senin (21/6/2010), ada 90 sekolah dan
lebih dari 130 universitas menggunakan software tersebut untuk melakukan
/cross check/ ulang tugas-tugas siswa yang menggunakan bahan dari
internet. Tidak dijelaskan bagaimana cara kerja software ini, namun
laporan terbaru menyebutkan, jumlah siswa yang melakukan plagiat
meningkat dua kali lipat dibandingkan dua tahun lalu.
"Melihat hal ini, para kepala sekolah merasa perlu menanamkan pemahaman
kepada para siswa tentang bagaimana menangkap intisari dari sebuah
sumber bacaan di internet, ketimbang hanya meng/copy-paste /dan
mengakuinya sebagai karya mereka," ujar Barry Calvert, dari perusahaan
nLeraning yang menyediakan software pendeteksi praktik plagiarisme.
Calvert menambahkan, pemahaman tentang plagiarisme perlu ditanamkan
sedini mungkin. Jika bisa, ketika anak-anak mulai menginjak usia tujuh
tahun.
"Kita perlu memberikan pemahaman terhadap siswa bahwa internet bukan
sekadar gudang informasi yang bisa seenaknya dijiplak. Karena
sesungguhnya, berbagai sumber informasi yang ada di dalamnya merupakan
hasil karya orang lain yang patut dihargai," tutupnya.
* ( rns / ash ) *
Sumber:
detik.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar