Aplikasi dibuat dalam dua mode, yakni mode offline, yaitu user harus
melakukan instalasi program di komputernya dan mode online, yang
mengharuskan user menjalankan aplikasinya dengan mengakses situs
http://www.i-chat.web.id.
*TERKAIT:*
* Betapa Susahnya Saya Cari Sekolah
<http://edukasi.kompas.com/read/2009/11/20/1005310/Betapa.Susahnya.Saya.Cari.Sekolah>
* Wow, Dua SLB 1 Jakarta Pamerkan CDI Sepeda Motor Rakitannya!
<http://edukasi.kompas.com/read/2009/08/12/1411368/Wow..Dua.SLB.1.Jakarta.Pamerkan.CDI.Sepeda.Motor.Rakitannya..>
*BANDUNG, KOMPAS.com* - PT Telekomunikasi Indonesia meluncurkan aplikasi
dan portal yang akan membantu guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tuna Rungu
dan orang tuanya dalam proses belajar bagi anak berkebutuhan khusus
dalam hal pendengaran. Untuk pengembangan aplikasi itu, Telkom
menginvestasikan dana senilai Rp 1 miliar.
*Kami berharap aplikasi ini dapat membantu meningkatkan kapasitas para
guru di Indonesia. *
-- Rinaldi Firmansyah
Pengembangan aplikasi bernama /i-CHAT /yang dilakukan sejak 2007 ini
bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan
SLB Cicendo untuk pembelajaran bahasa dan komunikasi tuna rungu dengan
fokus pada penyusunan kalimat berstruktur. Pada 2009 lalu, aplikasi
tersebut dikembangkan kembali dengan menambahkan beberapa modul, di
antaranya modul kamus.
/i-CHAT /sendiri merupakan kepanjangan dari "I Can Hear and Talk".
Sasarannya untuk memberikan sarana media bagi komunitas tuna rungu di
Indonesia untuk berinteraksi dan saling berbagi ilmu dan pengetahuan.
Program ini terbagi ke dalam lima modul utama, yakni modul kamis,
isyarat abjad, isyarat bilangan, modul tematik, serta modul menyusun
kalimat. Aplikasi dibuat dalam dua mode, yakni mode /offline, /yaitu/
user /harus melakukan instalasi program di komputernya dan mode
/online/, yang mengharuskan /user /menjalankan aplikasinya dengan
mengakses situs http://www.i-chat.web.id <http://app.i-chat.web.id/>.
"Kami berharap aplikasi ini dapat membantu meningkatkan kapasitas para
guru di Indonesia, selain juga dapat menjadi metode pembelajaran bahasa
sehingga mereka yang berkebutuhan khusus pendengaran mampu
berkomunikasi, bersosialisasi, serta tumbuh dan berkembang sebagaimana
layaknya orang normal," ujar Direktur Utama PT Telkom Rinaldi Firmansyah
di Menara RDC Telkom di Kota Bandung, Jumat (16/5/2010).
Rinaldi menambahkan, gagasan penciptaan teknologi ini didasarkan pada
pemikiran bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mampu memberi
manfaat besar bagi manusia, baik itu untuk yang normal maupun yang
berkebutuhan khusus.
"Pengembangan bahasa untuk para siswa tuna rungu ini agar mereka mampu
berprestasi dan mandiri seperti anak-anak normal serta mampu
mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya termasuk dalam
sosialisasi," ujarnya.
Sumber:
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/16/12522081/Telkom.Luncurkan.i-Chat.untuk.Siswa.ABK.-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar