Senin, 04 Oktober 2010

Daftar Pertanyaan untuk Tunangan

Terbukalah dengan tunangan mengenai berbagai persoalan agar lebih mudah
berkompromi dan menerima diri memasuki jenjang pernikahan nanti.

*KOMPAS.com* - Ketika hubungan semakin serius menuju jenjang pernikahan,
saatnya mengenal pasangan lebih jauh ke dalam dirinya. Kesesuaian
pandangan dan cara berpikir akan memudahkan Anda dan pasangan mengatasi
berbagai masalah nantinya.

Penelitian telah membuktikan, bahwa tak ada perbedaan antara pasangan
menikah yang langgeng dan mereka yang akhirnya bercerai. Keduanya
sama-sama mengalami konflik dalam pernikahannya. Pasangan menikah yang
berhasil bertahan adalah mereka yang mampu menghadapi konflik lebih baik
karena saling menerima dan mengenal pasangan lebih jauh.

Menurut Amy Spencer, pakar/ relationship/, sejumlah pertanyaan ini
sebaiknya Anda diskusikan bersama tunangan. Tujuannya untuk lebih jauh
mengenal dan menerima pasangan sepenuh hati jika memang sudah terlanjur
jatuh cinta. Atau jika cukup berani, Anda bisa saja tak melanjutkan
hubungan karena perbedaan perspektif yang dirasa tak mudah dikompromikan
nantinya. Ini lebih baik daripada tetap menikah namun Anda menyimpan
masalah, bukan?

*Seputar keuangan*
Bagaimana cara kita mengatur keuangan? Inilah pertanyaan utama yang
perlu Anda bahas bersama tunangan, lalu menentukan siapa pembuat
keputusan dalam keuangan, dan apakah tunangan memiliki utang yang
memberatkan.

Persoalan keuangan bukan masalah sepele. Memahami bagaimana kondisi
keuangan pasangan, dan kesepakatan berdua untuk nantinya mengatasi
masalah keuangan, akan lebih memudahkan hubungan. Dengan mengenal
pasangan dan kondisi keuangannya, Anda tentu lebih bersiap berkompromi
dan menjalani kehidupan pernikahan.

*Seputar tugas di rumah*
Siapa yang berperan mengurus rumah? Dengan dialog dan kesepakatan yang
dibangun sejak awal, Anda dan pasangan takkan melempar tugas di kemudian
hari saat sudah menikah. Membayar jasa pekerja rumah tangga atau berbagi
peran demi alasan penghematan? Kedua cara ini bisa menjadi pilihan, atau
Anda dan pasangan mencari kesepakatan lainnya. Apapun pilihannya,
pastikan Anda sudah mendiskusikan hal yang terkesan sepele namun bisa
menjadi sumber konflik rumah tangga ini.

*Hubungan dengan keluarga*
Sejauhmana keluarga atau kerabat bisa terlibat dalam kehidupan rumah
tangga Anda nantinya? Inilah pertanyaan yang perlu juga diajukan kepada
tunangan. Anda dan pasangan perlu memiliki kesepakatan bersama tentang
batasan campur tangan keluarga Anda atau tunangan. Bahkan menurut
Spencer, Anda juga bisa lebih detail membahas masalah ini. Misalnya,
seberapa sering sebaiknya Anda dan pasangan mengunjungi keluarga? Adakah
kemungkinan nantinya orangtua tinggal bersama Anda dan pasangan, sehari,
atau bahkan permanen? Hal ini perlu dibuatkan kesepakatan dan kompromi.
Terutama bagi Anda pasangan mandiri yang ingin membangun dunia kecil
bersama pasangan dan keturunan Anda kelak.

*Soal anak*
Apakah tunangan ingin segera mendapatkan anak? Berapa banyak? Apakah
agama harus menjadi fondasi dasar untuk anak-anak? Haruskah salah satu
dari kita tinggal di rumah untuk mengurus anak? Siapa yang sebaiknya
menjalani peran ini? Inilah sejumlah pertanyaan seputar anak yang perlu
disampaikan kepada tunangan.

Pertanyaan yang sama juga mungkin datang dari orang lain terhadap Anda
dan pasangan. Dengan kesesuaian berpikir, Anda dan pasangan akan kompak
menjawab jika pertanyaan ini diajukan. Soal anak cukup sensitif, bukan?
Apalagi jika Anda dan pasangan sepakat untuk menunda kelahiran, karena
berbagai alasan yang sudah disepakati. Anda dan pasangan bisa merespons
komentar orang lain dengan kompak jika sudah ada kompromi dan
kesepakatan di awal.

*Seks*
Hubungan seks bagi pasangan menikah rasanya lahir alamiah nantinya.
Namun tak ada salahnya menanyakan perihal seks kepada tunangan. Seperti,
seberapa sering aktivitas seks akan dilakukan nantinya? Harapan dari
masing-masing individu bisa tersampaikan dengan terbukanya dialog. Anda,
begitupun pasangan, bisa mengetahui seperti apa kebutuhan seksualitas
masing-masing individu. Dengan begitu Anda lebih bisa memahami pasangan.
Keharmonisan pernikahan, salah satunya juga dipengaruhi faktor seks,
Anda sepakat?
*
Konsultasi pernikahan*
Pasangan semestinya sudah siap dengan berbagai problematika pernikahan
yang akan dihadapi nantinya. Bagaimana cara Anda dan pasangan untuk
mengatasi berbagai masalah juga perlu dipersiapkan. Setidaknya dengan
mendiskusikannya bersama tunangan. Salah satu pertanyaan yang bisa
diajukan adalah, bersediakah tunangan Anda mengikuti kelas konsultasi
pernikahan atau bahkan terapi jika suatu ketika Anda berdua membutuhkan
bantuan?

Membuka diri dengan memahami pasangan lebih mendetail berdampak positif
pada kesiapan mental untuk menikah. Anda dan tunangan pun lebih siap
menghadapi berbagai konflik hubungan berpasangan, kini dan nanti.


*WAF*

*Editor: Dini*

*Sumber: Real Simple*
Daftar Pertanyaan untuk Tunangan
http://female.kompas.com/read/xml/2010/10/04/13422977/Daftar.Pertanyaan.untuk.Tunangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar